13 October 2020, 12:26 WIB

Pemerintah: Ada Potensi Multibencana pada Akhir Tahun 2020


 Andhika Prasetyo | Humaniora

PEMERINTAH memperingatkan potensi terjadinya multibencana pada akhir tahun ini. Penyebabnya adalah fenomina La Nina yang memicu curah hujan tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia.

"Mulai Oktober ini diramalkan akan banyak hujan deras. Itu bisa menyebabkan longsor. Mungkin bisa juga ada gempa dan tsunami," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan usai mengikuti rapat terbatas, Selasa (13/10).

Oleh karena itu, Luhut meminta masyarakat untuk mengindahkan setiap peringatan yang dikeluarkan BMKG demi menghindari jatuhnya korban jiwa.

"Kita minta masyarakat ikut membantu. Jangan sampai tidak menuruti warning yang sudah disebarluaskan BMKG," tutur Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memaparkan, dalam tiga bulan ke depan, seluruh daerah di Tanah Air kecuali Sumatera akan mendapat curah hujan tinggi.

"Curah hujan ini sangat dinamis. Oktober dan November 2020 La Nina akan menyerang Jawa, Nusa Tenggara, kepulauan Maluku hingga Papua Barat. Kemudian, Desember, la nina akan bergerak ke arah Indonesia bagian tengah dan utara," terang Dwikorita.

Sediana, lanjut dia, tanpa ada la nina sekalipun, Indonesia akan memperoleh curah hujan di atas normal. "Jadi ini dobel. Karena selain la nina, curah hujan memang sudah meningkat," tuturnya.

Untuk mengantisipasi munculnya korban jiwa, BMKG secara rutin menyampaikan informasi ke seluruh daerah di Tanah Air. 

Yang menjadi persoalan, BMKG tidak bisa mengetahui apakah informasi tersebut betul-betul ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah setempat.

"Itu yang masih kami perjuangkan. Begitu informasi diterima, apakah ditindkalanjuti atau hanya didiamkan saja. Seharusnya ada langkah-langkah yang disiapkan. Itu tantangan yang sedang kami lakukan dengan pemda," tandasnya. (Pra/OL-09)

BERITA TERKAIT