13 October 2020, 11:58 WIB

Prabowo Yakin Ada Pihak Asing di Aksi UU Cipta Kerja


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MENTERI Pertahanan yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto meyakini ada dalang di balik aksi vandalisme saat demontrasi penolakan UU Cipta Kerja. Dalang tersebut diyakini Prabowo adalah kekuatan asing yang ingin menghancurkan Indonesia.

"Saya sama sekali tidak yakin itu ya yang bakar-bakar sarana dan prasarana umum itu tidak ada dalangnya. Itu pasti ada dalangnya, pasti anasir-anasir ini dan anasir-anasir ini dibiayai oleh asing," kata Prabowo seperti disampaikan saat wawancara bersama Digdaya TV.

Bagi Prabowo tidak ada untungnya melakukan aksi demontrasi dengan menghancurkan fasilitas umum milik rakyat. "Bagaimana itu, yang dibakar adalah sarana umum, itu milik rakyat. DIbiayai oleh uang rakyat. Massa rakyat membakar milik rakyat. Makanya saya yakin ini ada dalang asing tadi. Dan jika sudah begini kita harus waspada. Sebab seorang patriot tidak akan membuat seperti ini," lanjut Prabowo.

Baca juga: Polri Siapkan Rompi Khusus Wartawan Peliput Demo

Prabowo meyakini sebagian pendemo memiliki niat baik. "Saya sempat agak terperangkap massa. Tapi mereka masih membuka jalan, dadah ke saya. Mungkin dia lihat mobil saya. Bahkan ada anak-anak itu yang memberi hormat. Niat mereka baik tapi ada yang memanas-manasi," tutur Prabowo.

Apalagi, menurut Prabowo, sekitar 80% tuntutan buruh sudah diakomodasi dalam UU Ciptaker tersebut. "Jadi 20% lagi bisa diperjuangkan. Bisa melalui judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK), bisa negosiasi ke pengusaha," kata dia.

Baca juga: Polrestabes Medan Tahan Pelaku Pelempar Batu ke Pendemo

Demonstrasi, sambung Prabowo, tidak dilarang sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi tetapi jangan sampai rusuh yang merugikan masyarkat banyak.

Dalam situasi sekarang, kata Prabowo, pemerintah sedang berupaya memberikan jalan terbaik bagi rakyat.

Di situasi itu, kata Prabowo, pemimpin buruh berada dalam kondisi dilema. "Artinya jika buruh juga terlalu kencang aksinya ya gampang bagi pengusaha untuk pindah. Artinya uang juga pindah, bisa ke Vietnam atau negara lain. Jangan lupa bahwa perusahaan itu sudah diasuransi. Jika dibakar ya sudah dia tinggal pindah, wong sudah diasuransi, lalu uang tinggal berpindah dan dia bangun di tempat lain. Ini juga kita harus perhatikan," katanya. (X-15)

BERITA TERKAIT