13 October 2020, 11:32 WIB

Polri Siapkan Rompi Khusus Wartawan Peliput Demo


Voucke Lotaan | Humaniora

DALAM pertemuan antara pengurus pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Polri di Mabes Polri, Senin (12/10) dibahas perlindungan wartawan saat meliput aksi demonstrasi di lapangan. Serta mencegah terjadinya aksi kekerasan oleh aparat kepada wartawan. Pembahasan keselamatan wartawan ini terkait kasus kekerasan terhadap wartawan oleh aparat yang meliput demonstrasi menolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10) lalu.

Dalam pertemuan itu Ketua Umum PWI Atal S Depari, Sekjen PWI Mirza Zulhadi dan Sekretaris PWI Jaya, Naek Pangaribuan bertemu Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono telah disepakati bahwa Polri akan menyosialisasikan ke aparat di lapangan bahwa pekerjaan wartawan dilindungi oleh undang-undang, tidak boleh diintimidasi dan mengalami kekerasan.

"Artinya Polri wajib melindungi wartawan yang bekerja saat meliput aksi demonstrasi di lapangan," kata Argo Yuwono dalam keterangan resmi.

Menurut Argo, pihaknya juga meminta wartawan di lapangan dilengkapi dengan tanda pengenal dan kartu identitas yang jelas.

"Karenanya ke depan kami akan membuat rompi khusus bagi wartawan di lapangan, agar dapat dikenali petugas. Sehingga tidak terjadi kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan," ujar Argo.

Untuk penyediaan rompi bagi wartawan ini, kata Argo, akan dimulai nantinya bagi para wartawan di Mapolda Metro Jaya dan disusul kota-kota besar di Indonesia.

"Selanjutnya secara bertahap di seluruh wartawan di semua Polda," kata Argo.
 
Sementara itu Ketua PWI Atal S Depari mengatakan bahwa Polri sepakat bahwa kinerja wartawan di lapangan adalah dilindungi Undang-undang serta dijamin tidak mengalami kekerasan.

"Dalam teknis peliputan di lapangan saat aksi demonstrasi, jurnalis idealnya berada di belakang aparat, agar terhindar dari kekerasan," kata Atal.

baca juga: PWI Desak Kapolri Usut Polisi Pelanggar Kemerdekaan Pers

Atau paling tidak posisi wartawan di samping antara aparat dan pendemo yang berhadapan.

"Jadi cerdaslah mengambil posisi. Jangan memaksakan diri menerobos ke depan, karena itu berpotensi mendapat kekerasan," kata Atal.

Terkait rencana Polri yang akan menyediakan rompi khusus bagi wartawan yang meliput di lapangan, Atal sangat mendukungnya.

"Karena dengan begitu, aparat mengetahui bahwa seseorang itu adalah wartawan, dan bukan ancaman bagi mereka. Sehingga wartawan terhindar dari kekerasan," kata Atal.(OL-3)
  

BERITA TERKAIT