13 October 2020, 10:59 WIB

Yenti Ingatkan Soal Vonis Terdakwa Jiwasraya belum Inkrah


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MAJELIS hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Jakarta Pusat menetapkan vonis pada empat terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) seumur hidup.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor Yenti Garnasih mengapresiasi putusan tersebut. Menurutnya, semua dakwaan bisa dipertahankan jaksa dengan bukti yang ada sekaligus mematahkan pembelaan pengacara terdakwa.

"Tentu ini prestasi luar biasa, bisa diputuskan seumur hidup. Semoga bisa menjerakan karena kasus ini luar biasa merugikan dan bisa mengganggu kepercayaan publik pada perusahaan jasa asuransi BUMN," kata Yenti kepada Media Indonesia, Selasa (13/10).

Kendati demikian, Yenti mengingatkan putusan tersebut belum inkrah (berkekuatan hukum tetap). Ia menyebut kemungkinan untuk mengajukan upaya hukum lain masih terbuka.

"Masih sangat mungkin ada upaya hukum. Kita lihat bagaimana komitmen seluruh jajaran kehakiman tanpa mengurangi kemandirian mereka. Selain itu karena dakwaannya bersama-sama tentu kita juga harus lihat dan tunggu putusan pelaku yang lain," ujarnya.

Baca juga: Hakim Tebar Vonis Seumur Hidup Kasus Jiwasraya

Yenti juga menyoroti pelacakan harta kekayaan hasil korupsi para terdakwa yang seharusnya dapat dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang. Diketahui, skandal tersebut merugikan negara Rp16,8 triliun.

"Bahwa kasus korupsi sebesar itu dan dengan pemidanaan yang maksimal, bagaimana dengan pelacakan harta kekayaan hasil korupsi yang seharusnya busa dijerat dengan TPPU, bukan sekadar pengembalian atau membayar uang pengganti," jelas Yenti.

Ia menjelaskan pelacakan hasil kejahatan korupsi penting sehingga seharusnya penggantian tidak dibebankan ke negara. Sebelumnya, pemeritnah melalui Kementerian BUMN telah menggunakan dana Penyertaan Modal Negara senilai Rp22 triliun untuk menyelamatkan perusahaan plat merah tersebut.

Keempat terdakwa yang divonis seumur hidup adalah mantan Direktur Keuangan PT AJS Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama PT AJS Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS Syahmirwan, serta mantan Dirut PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.(OL-5)

BERITA TERKAIT