13 October 2020, 09:52 WIB

Tiga Agenda Mentan, Bantu Petani Korban Banjir Bandang Sukabumi


mediaindonesia.com | Ekonomi

PADA akhir November 2020 lalu, banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Banjir akibat meluapnya aliran sungai di Kaki Gunung Salak ini, bukan hanya merusak ratusan rumah warga, tetapi juga ikut merendam ratusan hektar lahan pertanian dan mengakibatkan lumpuhnya aktivitas petani, salah satunya petani di Kecamatan Cicurug, Sukabumi.

Saat mengunjungi lahan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, mengatakan setidaknya ada tiga agenda yang secara konkret akan dilakukan pihaknya bersama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi lahan pertanian terdampak banjir yang mengakibatkam puso di lebih dari 100 hektare lahan pertanian yang terletak di Kecamatan Cicurug.

“Agenda yang darurat, kita harus segera bersihkan lahan pertanian yang terdampak, kita perbaiki pematangnya, agenda kedua kita dorong agar petani dapat segera tanam, kita dukung dengan sarana produksi yang memadai, benih, pupuk dan alsintan” ucap Syahrul saat berbincang dengan petani korban banjir di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Agenda konkret berikutnya lanjut Syahrul, adalah memperbaiki irigasi yang rusak, bahkan dalam jangka panjang ia harapkan para petani di wilayah tersebut dapat segera bangkit, dan membentuk korporasi pertani agar usaha tani dapat berjalan maksimal dan kesejahteraan petani meningkat. 

“Baru nanti agenda menengahnya kita perbaiki dulu irigasi - irigasi, kita sikapi ini sampai dengan tiga bulan kedepan. Dalam jangka panjang kita dorong korporasi petani, semoga perbaikan-perbaikan ini dapat memberi dampak lebih bagi petani,” terang Syahrul. 

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, untuk Kecamatan Cicurug, setidaknya terdapat 109 hektare lahan sawah yang perlu untuk direvitalisasi, dengan 104 hektare lahan diantaranya terdampak puso, dari hasil rekapitulasi Dinas setempat, dibutuhkan bantuan pascabanjir berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pipanisasi, pompanisasi, dan dam parit. 

Sementara itu, salah satu petani di Kecamatan Cicurug, Asep Asyaro, yang juga Ketua Kelompok Tani Harapan Maju, menyambut baik kehadiran dan bantuan yang diberikan Mentan SYL, ia mengatakan banyak areal sawah diwilayahnya yang tertutup bongkahan batu dan pasir yang terbawa akibat banjir bandang yang cukup besar.

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan dan kehadiran Pak Menteri, semoga kami bisa segera melakukan aktivitas bertani kembali, karena pasca banjir ini, areal sawah kami tidak hanya dipenuhi pasir, tapi bebatuan, di kesempatan ini kami juga mohon agar bisa dibantu pupuk Pak Menteri,” ungkap Asep. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT