13 October 2020, 04:55 WIB

BNPB Ingatkan Kepala Daerah Waspadai Dampak La Nina


(Wan/Ant/H-3) | Humaniora

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap cuaca ekstrem akibat La Nina. Terlebih lagi, menurutnya, di beberapa wilayah di Indonesia tengah terjadi anomali cuaca atau keanehan dari kondisi normal.

"Kita sedang mengalami anomali cuaca. Terlihat pada tahun yang lalu di bulan yang sama, yakni September, Oktober, dan November, masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi terutama di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Selatan," kata Kepala BNPB Doni Monardo dalam diskusi virtual dari Gedung BNPB, Jakarta, kemarin.

Doni mengatakan pihaknya telah menyampaikan surat edaran kepada gubernur dan bupati/wali kota untuk mewaspadai terjadinya bencana. "Kami mengimbau untuk melakukan bebapa hal. Pertama, semua wilayah harus mengikuti perkembangan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," kata Doni.

Kedua, lanjutnya, melakukan apel kesiapsiagaan personel dan sumber daya. Ketiga, mengidentifikasi daerah rawan bencana serta menyiapkan skema pengungsian berbasis komunitas.

Terpisah, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan 4,5 juta warga terpaksa mengungsi akibat bencana alam selama Januari hingga 9 Oktober 2020. "Sebanyak 302 saudara kita meninggal dunia dan 25 orang hilang," kata Lilik pada kegiatan virtual peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana di Jakarta, kemarin.

Dalam acara tersebut, BNPB menghadirkan kepala daerah yang dinilai berhasil mengatasi bencana di daerahnya, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, dan Bupati Magelang Zaenal Arifin. (Wan/Ant/H-3)

BERITA TERKAIT