13 October 2020, 07:40 WIB

Anggran TTP Dipangkas, Ribuan ASN Kota Tikep Serang Anggota Dewan


Hijrah Ibrahim | Nusantara

RIBUAN Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara menggelar aksi mogok kerja dan demonstrasi di Kantor DPRD setempat. Mereka menggelar aksi tersebut dipicu kekecewaan para ASN karena anggaran tunjangan tambahan penghasilan atau TTP pegawai dipangkas dalam APBD 2021.

TTP yang semula dianggarkan Rp75 miliar dipotong dalam setahun dipotong hingga Rp26 miliar. Sehingga ASN menilai, pemangkasan anggaran ini akan berdampak pada besaran TTP yang mereka terima setiap bulan.

Dalam aksinya, ASN sempat berdialog dengan badan anggaran DPRD Kota Tidore Kepulauan. Namun Badan Anggaran menegaskan tak bisa mengakomodir keinginan ASN agar anggaran TTP kembali dinaikkan menjadi Rp75 miliar. Alasannya kondisi keuangan daerah tak memungkinkan setelah dana transfer dari pemerintah pusat dipangkas.

Mendengar penjelasan badan anggaran DPRD, ribuan ASN langsung naik pitam dan berusaha menyerang anggota DPRD yang tergabung dalam Badan Snggaran, beruntung para Anggota DPRD segera dievakuasi petugas keamanan dengan pengawalan ketat.

baca juga: Diknasbud Pontianak Minta Pelajar tak Ikut-ikutan Demo

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Muhammad Miftah Baay menyatakan, dengan pemangkasan TTP dari Rp75 miliar menjadi Rp26 miliar adalah salah satu pelecehan DPRD kepada ASN. 

"Pemangkasan TTP oleh Bandan Anggran DPRD Kota Tidore Kepulauan ini adalah bentuk pelecehan DPRD kepada ribuan ASN Kota Tidore Kepulauan," kata Muhammad Miftah Baay.

Hafit Ismail, salah satu ASN Pemkot Tidore Kepulauan mengatakan adanya pemangkasan itu maka ASN hanya akan menerima TTP sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. 

"Pemangkasan ini tidak sebanding dengan kerja ASN sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat," ujarnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT