13 October 2020, 03:35 WIB

Doni Ucapkan Terima Kasih kepada Bonek


Bayu Anggoro | Nusantara

KETUA Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo berterima kasih kepada Bondo Nekat (Bonek) yang gencar membantu Pemprov Jawa Timur menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes) sehingga kasus covid-19 menurun tajam.

Bonek merupakan kelompok suporter klub sepak bola Persebaya Surabaya dari Jawa Timur. Mereka menjadi pelopor dalam mengubah perilaku masyarakat yang sebelumnya malas pakai masker menjadi taat prokes.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada kawankawan Bonek di Jatim, warga yang semula banyak menolak menggunakan masker, alhamdulilah hari ini Bonek menjadi pelopor agar masyarakat menggunakan masker dan patuh protokol kesehatan,” kata Doni dalam diskusi dari Gedung BNPB, Jakarta, kemarin.

Doni mengungkapkan sudah sekitar tiga minggu terakhir tidak ada lagi zona merah di Jatim. “Fakta ini menunjukkan adanya kesungguhan yang sangat baik dari seluruh unsur pimpinan di Jatim, termasuk tokoh-tokoh masyarakat dan agama,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Doni juga memaparkan tren angka kesembuhan di berbagai provinsi prioritas penanganan meningkat, kecuali di Papua. Tren kematian juga menurun, kecuali di Bali.

Provinsi Jabar termasuk yang berhasil menurunkan korban virus korona serta mengurangi kabupaten/kota yang masuk zona merah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) seusai menggelar rakor penanganan covid- 19 bersama Pangdam III/ Siliwangi, Kapolda, dan Kejati Jabar, di kantor Polda Jabar, Bandung, kemarin.

“Per hari ini, angka (kasus positif covid-19) yang dilaporkan jauh lebih baik,” kata Emil. Saat ini, hanya tersisa Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Kuningan yang masih zona merah. Bulan lalu, terdapat tujuh daerah dengan penularan virus korona tergolong tinggi.

Dia menyebut Kabupaten Karawang masih tinggi karena terdapat klaster industri dan rumah tangga, sedangkan di Kabupaten Kuningan karena klaster pesantren. “Jabodetabek sudah membaik, tak ada zona merah, kecuali Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Kang Emil menambahkan, penurunan penyebaran covid-19 terlihat dari berkurangnya pasien yang dirawat di rumah sakit. Meski begitu, Emil memastikan pihaknya belum akan membolehkan aktivitas sekolah tatap muka. (Wan/BY/N-1)

BERITA TERKAIT