13 October 2020, 03:20 WIB

Keterisian Ruang ICU Covid-19 di Jakarta Turun 11,77%


Wan/I-1 | Humaniora

KETUA Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mencatat perkembangan keterisian ruang ICU di DKI Jakarta turun dari 82,99% selama satu bulan terakhir.

“Ada pengurangan 11,77%, ini sebuah angka yang sangat besar dan kita harapkan dengan ini masyarakat bisa pulih dalam kondisi awal, jangan sampai dalam kondisi gejala ringan atau menuju sedang atau berat,” kata Doni dalam diskusi dari Gedung BNPB, Jakarta, kemarin.

Dari data yang dipaparkan Doni, ketersediaan tempat tidur ICU di Jakarta per 11 Oktober sebanyak 710 tempat tidur. Dari jumlah itu, sebanyak 453 tempat tidur ICU terpakai.

Menurut Doni, jumlah kapasitas ICU itu sudah ditambah Pemprov DKI saat memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II.

Sebagaimana diketahui Gubernur Anies Baswedan menyatakan keputusan memberlakukan PSBB masa transisi berdasarkan pada beberapa indikator, yaitu laporan kasus harian, kasus kematian harian, tren kasus aktif, dan tingkat keterisian rumah sakit rujukan covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Tak hanya ICU, Doni mengatakan Presiden juga telah memperintahkan satgas, Kemenparkeraf, dan sejumlah provinsi dan untuk menyiapkan sejumlah hotel bagi pasien yang terkonfirmasi positif jika kediamannya tak layak untuk dilakukan isolasi mandiri.

Di Jakarta ada lima hotel yang terpakai, ada pula di Sumatra Utara, Aceh, Bali, hingga Sulawesi Selatan. “Beberapa di kota besar lainnya, hotel pun digunakan untuk isolasi mandiri yang telah disiapkan PHRI,” katanya.

Dilansir dari laman covid- 19, sebanyak 120 hotel isolasi mandiri disiapkan pemerintah dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk merawat pasien positif covid-19 tanpa gejala atau OTG yang tidak memiliki tempat untuk menjalankan isolasi mandiri. Sejumlah hotel yang tersebar di sembilan provinsi itu memiliki kapasitas hunian sebanyak 13.334 tempat tidur. (Wan/I-1)

BERITA TERKAIT