13 October 2020, 03:15 WIB

Pelibatan TNI-Polri Berbuah Hasil Signifikan


Andhika Prasetyo | Megapolitan

KEHADIRAN aparat keamanan TNI-Polri dalam penerapan protokol kesehatan terbukti mampu mengubah perilaku masyarakat. Fakta di lapangan menyebut persentase penggunaan masker semakin tinggi dan publik pun kian patuh terhadap imbauan yang diberikan petugas.

Demikian dikatakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, kemarin. Saat ini, terang dia, seluruh aparat keamanan disebar di 62 kelurahan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Melihat hasil yang diperoleh cukup signifikan, sambung dia, pelibatan TNI dan Polri rencananya akan digencarkan di provinsi-provinsi lain. “Masyarakat terlihat ada rasa respek kepada para petugas,” ujarnya.

Ia mengharapkan sedianya TNI dan Polri tidak bekerja sendiri. Petugas juga perlu dibantu tokoh masyarakat, tokoh agama, dan komunitas masyarakat yang terdapat di tiap-tiap kelurahan.

Khusus di Jakarta, Doni membenarkan bahwa Gubernur Anies Baswedan sebelumnya telah berkonsultasi dengan Komite Penanganan Covid-19 terkait dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Kendati demikian, jika dalam perjalanan situasi kembali memburuk, evaluasi harus dilakukan dan pengetatan harus dilaksanakan lagi. Ia juga meminta masyarakat di Ibu Kota tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat agar kasus aktif bisa terus ditekan.

“Kita lihat dinamika di lapangan. Kalau keputusan itu nantinya menyebabkan peningkatan kasus, tentu perlu dievaluasi,” ujarnya.

Senada dikemukakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto. Airlangga menyebut situasi di DKI Jakarta memang mengalami perbaikan dalam sepekan terakhir.

“Tingkat kesembuhan di DKI Jakarta mencapai 82,17% dan tingkat kematian hanya 2,2%. Ini yang menjadi dasar pelonggaran PSBB. Kita berbasis kepada data,” ucap dia.

Sumber: Pemprov DKI Jakarta/Corona.Jakarta.go.id/Tim Riset MI

 

Disiplin 3M

Gubernur Anies Baswedan meminta masyarakat Jakarta lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak meski Ibu Kota sudah menerapkan PSBB transisi sejak kemarin. Kedisiplinan penting agar kasus penularan covid-19 bisa terus melandai di masa transisi.

“Jadi, kita kembali kepada status PSBB transisi. Kegiatan bisa dilaksanakan dengan pembatasan- pembatasan. Namun, saya perlu ingatkan kepada kita semua bahwa kondisi di Jakarta sangat tergantung pada kedisiplinan kita menjaga protokol kesehatan,” ungkap Anies.

Menurutnya, masyarakat sudah merasakan betapa beratnya bila Jakarta kembali ke kondisi saat awal PSBB dengan pembatasan ketat. Masyarakat pun perlu belajar dan ikut berkontribusi mengurangi penularan kasus baru.

“Kita tidak ingin itu terjadi lagi. Cara mencegahnya adalah dengan kita sekarang disiplin untuk menaati seluruh protokol kesehatan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menuturkan patroli atau operasi pengawasan dan penindakan di masa PSBB transisi akan tetap ditingkatkan. Pemprov DKI melakukan pengawasan tersebut dengan mengerahkan aparat lintas SKPD, yakni Satpol PP DKI serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans) DKI.

Selain itu, imbuhnya, Pemprov DKI Jakarta juga senantiasa dibantu aparat TNI, Polri, serta ormas-ormas yang ada di tengah masyarakat untuk membantu pengawasan protokol kesehatan.

“Operasi itu tetap dilaksanakan. Jadi, tentu operasi pekerjaan akan kami lakukan. Kami terima kasih selama ini atas dukungan teknis ormasormas dan semua masyarakat yang ikut membantu tugas,” tandasnya. (Pra/Put/J-2)

BERITA TERKAIT