13 October 2020, 05:27 WIB

Perguruan Tinggi Pesantren Jadi Pemberdayaan Ekonomi


Che/P-1 | Politik dan Hukum

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin mengharapkan perguruan tinggi pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat. Karena itu, selain menyiapkan pengajar dan pendakwah, Wapres meminta setiap perguruan tinggi mampu menyiapkan inovator yang menguasai sektor tersebut.

“Sesuai dengan misi pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, pesantren harus mampu menjadi pusat pemberdayaan salah satunya bidang ekonomi. Baik yang sifatnya sektor keuangan atau sektor riil,” katanya pada acara Dies Natalis Ke-56 Institut Agama Islam (IAI) As’adiyah Wajo melalui konferensi video, kemarin.

Wapres menyebutkan pemerintah sudah menyiapkan berbagai instrumen untuk mendukung pengembangan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi. Dalam sektor keuangan, misalnya, pemerintah sudah menjalankan program pembentukan bank-bank wakaf mikro dan pembentukan BMT di pesantren-pesantren serta menyediakan dana melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang berada di Kementerian Koperasi.

“Dalam sektor riil pemerintah juga mendorong program one-pesantren one-product (OPOP). Begitu juga pemerintah telah membangun BLK-
BLK di berbagai pesantren,” paparnya.

Selain menyiapkan inovator, Wapres berharap agar perguruan tinggi berbasis pesantren harus menjadi bagian dari misi pesantren, yaitu sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.

Menurutnya, agen peru- bahan yang dilahirkan tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan fisik, tapi juga dalam pembangunan secara
rohani melalui dakwah. “Misi pesantren sebagaimana di atas harus menjadi bagian integral dari misi perguruan tinggi ini karena Institut Agama Islam As’adiyah merupakan bagian dari komunitas pesantren tersebut,” ungkap Wapres.

Sementara itu, Bupati Wajo Amran Mahmud menyampaikan terima kasih atas perkenan Wapres menghadiri acara Dies Natalis Ke-56 IAI As’adiyah secara virtual.

Ia juga menyampaikan harap annya agar di hari jadi ke-56 ini, IAI As’adiyah dapat terus memberikan kontribusi baik dalam fungsi akademik maupun sosial kepada masyarakat agar pelayanan yang diberikan dapat terus menjawab perkembangan zaman.

“Perguruan tinggi bertanggung jawab meningkatkan kemampuan pendidikan dan penelitian sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tandas Amran. (Che/P-1)

BERITA TERKAIT