13 October 2020, 04:59 WIB

Indonesia-Singapura Buka Pintu Perjalanan Penting


CNA/Van/X-8 | Politik dan Hukum

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan negosiasi Travel Corridor Arrangement (TCA) antara Indonesia dan Singapura telah selesai dan kedua negara sepakat membuka pintu masuk bagi bisnis penting dan perjalanan dinas lainnya.

“Pada pagi hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa negosiasi Indonesia-Singapura untuk TCA telah selesai. Dari pihak Singapura, TCA ini disebut Reciprocal Green Lane atau RGL,” ungkap Retno melalui keterangan resmi, kemarin.

Sesuai kesepakatan, pengaturan itu akan berlaku 14 hari setelah pengumuman kemarin.

“Ini berarti kedua negara akan mulai menerima aplikasi pada 26 Oktober 2020. Perjalanan akan dapat dilakukan segera dalam waktu beberapa hari sesuai proses aplikasi e-visa Imigrasi untuk Indonesia dan safe travel pass untuk Singapura.’’

Sebagaimana yang diberlakukan dengan negara lain, TCA ini untuk perjalanan bisnis esensial, perjalanan diplomatik, dan kedinasan yang mende sak.

TCA tidak berlaku untuk perjalanan biasa atau wisata. Begitu pula dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat akan menjadi bagian utama dari pengaturan.

Retno menjelaskan applicants dalam TCA ialah warga negara kedua negara dan permanent resident Singapura yang perlu melakukan perjalanan dinas, perjalanan diplomatik yang mendesak, atau perjalanan bisnis esensial.

Applicants dari Indonesia harus memiliki sponsor pemerintah dan enterprises di Singapura dan mengajukan safe travel pass. “WNI tidak memerlukan visa untuk masuk ke Singapura dengan syarat tadi.’’

Adapun untuk applicants dari Singapura harus memiliki sponsor government/business entity di Indonesia dan mengajukan visa secara online kepada Ditjen Imigrasi Indonesia.

Mengenai pintu keluar masuk sementara ada di dua titik, yaitu Tanah Merah Ferry Terminal Si ngapura–Batam Center Ferry Terminal Batam dan Bandara Internasional Soekarno-Changi International Airport.

Retno menambahkan, ada syarat lain untuk perjalanan, yakni PCR test yang akan dilakukan dua kali. PCR pertama dalam 72 jam sebelum keberangkatan dan PCR kedua pada saat tiba di bandara/terminal feri.

Kementerian Luar Negeri Singapura juga menyambut baik kesepakatan tersebut. “Dalam kon teks ini, para menteri menyambut baik hasil perundingan,” ujarnya. (CNA/Van/X-8)

BERITA TERKAIT