13 October 2020, 05:20 WIB

Posisi Likuiditas BTN dalam Kondisi Terkuat


Ant/E-1 | Ekonomi

DIREKTUR Utama PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. Pahala Nugraha Mansury menyebutkan saat ini perseroan mencatatkan posisi likuiditas terkuat ditopang pertumbuhan positif dana pihak ketiga (DPK).

“Posisi LDR atau loan to deposit ratio kami berada di ba­wah 95% atau sekitar 93% di September 2020. Ini menjadi salah satu posisi likuiditas terkuat kami saat ini,” ujar Pahala dalam pernyataan di Jakarta, kemarin.

Pahala menuturkan, hingga September 2020, banyak DPK yang masuk ke perseroan. Hingga kuartal III 2020, DPK Bank BTN tercatat tumbuh di level sekitar 18,17% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Selain ditopang berbagai inovasi yang telah Bank BTN lakukan, Pahala menilai adanya kebijakan quantitative easing (QE) dari bank sentral turut menyumbang pergerakan positif DPK.

Pahala melanjutkan, sejalan dengan kenaikan DPK tersebut, porsi dana murah (current account savings account/CASA) Bank BTN juga terpantau naik. Kenaikan dana murah pun sejalan dengan target bisnis Bank BTN untuk menggenjot tabungan sesuai dengan hakikat awal perseroan sebagai bank tabungan.

“Secara bertahap kami akan terus meningkatkan porsi dana murah dengan memangkas porsi dana mahal,” kata Pahala.

Seperti diketahui sebelumnya, untuk meningkatkan dana murah, Bank BTN berinovasi dengan menawarkan produk BTN Solusi. Produk bundling tersebut menawarkan solusi bagi instansi atau lembaga untuk mengelola payroll karyawan mereka sekaligus memberikan beragam manfaat seperti fasilitas kredit termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Bank BTN juga berinovasi me­ngembangkan berbagai jaringan e-channel perseroan seperti mobile banking, internet banking, hingga pengembangan bisnis acquiring.

Terbaru, perseroan meluncurkan Program Batara Spekta dengan menawarkan berbagai hadiah menarik mulai gawai terkini, mobil mewah, hingga rumah seharga miliaran rupiah.

BTN juga gencar melakukan akuisisi merchant lokal dan nasional sebagai merchant me­sin electronic data capture (EDC) untuk meningkatkan perolehan fee based income (FBI) dan dana murah (low cost funding).

Direktur Operation, IT, & Digital Banking Bank BTN Andi Nirwoto mengatakan, hingga kini perseroan telah merambah berbagai merchant yang berkaitan dengan sektor properti, sejalan dengan bisnis utama mereka. (Ant/E-1)

BERITA TERKAIT