13 October 2020, 02:10 WIB

Pangeran William Serukan Aksi untuk Krisis Iklim


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

THE Duke of Cambridge Pangeran William, 38, untuk kali pertama berbicara di konferensi TED Talk yang disiarkan secara virtual dari Istana Windsor, dekat kediaman Ratu Inggris Elizabeth II, Sabtu (10/10). 

Konferensi yang disebut sebagai Countdown Global Launch ini merupakan inisiatif memperjuangkan dan mempercepat solusi untuk krisis iklim, demikian dilansir dari usatoday.com William memaparkan perubahan bumi yang sangat cepat akibat perubahan iklim. 

Ia mendesak para pemimpin dunia untuk segera mengambil tindakan. Berkemeja biru, ia duduk dekat sebuah pohon ek besar. Ia membuka pembicaraan dengan sejarah panjang keluarganya. “Saya adalah generasi terakhir dari garis keturunan yang dapat ditelusuri. Pohon ek ini tumbuh dekat dengan Istana Windsor, tempat keluarga saya tinggal selama lebih dari 900 tahun. Sebanyak 39 monarki hidup di sini dengan pemandangan sekitar yang indah,” kata William.

Ia menambahkan, inovasi telah mendorong banyak kemajuan di dunia, seperti perjalanan udara dan vaksin, tetapi juga berdampak pada umat manusia karena turut mempercepat perubahan iklim.

“Selama masa nenek saya, lebih dari 90 tahun terakhir, dampak dari apa yang telah kita lakukan meningkat begitu cepat sehingga iklim, lautan, udara, alam, dan segala sesuatu yang tergantung pada hal tersebut berada dalam bahaya,” tukas William.

Ia mengatakan, pohon ek tersebut telah berdiri berabad-abad di tempat tersebut, tapi tidak pernah mengalami hal seperti yang terjadi saat ini. Pangeran William menambahkan, mempertimbangkan bukti ilmiah, perlu segera dilakukan perubahan saat ini. 

“Jika tidak, kerusakan yang telah kita lakukan tidak akan bisa diperbaiki dan efeknya tidak hanya membahayakan generasi mendatang, tetapi juga akan berpengaruh pada kita sekarang,” ujar suami dari Kate Middleton itu.


Program

Pangeran William membahas earthshot-prize, program ambisius yang ia canangkan dengan hadiah sebesar US$1,3 juta setiap tahun untuk mempromosikan setidaknya 50 solusi demi masalah
lingkungan terbesar di dunia sebelum 2030.

“Saya telah lama terinspirasi misi Presiden John F Kennedy pada 1961 untuk menempatkan seorang pria di bulan dalam satu dekade ia menamainya moonshot. Sepertinya gila. Kami baru saja meluncurkan satelit pertama. Menempatkan seorang pria di bulan, secepat itu, tampaknya mustahil,” kata dia.

“Namun, sekarang, bukan moonshot untuk dekade ini, kita perlu earthshots. Kita harus memanfaatkan semangat kecerdikan dan tujuan manusia yang sama dan mengubahnya dengan fokus dan urgensi yang tajam pada tantangan paling mendesak yang pernah kita hadapi, yakni memperbaiki planet kita,” ujarnya.

Duke of Cambridge juga menunjukkan bahwa para pemimpin dunia dengan cepat berkumpul dan bersatu untuk menangani pandemi covid-19. Menurut dia, hal yang sama dapat dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim.

TED (technology, entertainment, design) merupakan sebuah organisasi media nirlaba yang mengunggah presentasi secara gratis yang didistribusikan secara daring di bawah slogan ideas worth spreading. TED didirikan pada Februari 1984 di bawah naungan Sapling Foundation.

Selain Pangeran William, TED Talk Countdown Global Launch pekan lalu juga menghadirkan sejumlah nama terkenal, seperti mantan wakilpresiden AS Al Gore, Paus Fransiskus, aktor Chris Hemsworth, dan CEO Alibaba Jack Ma. (Ant/H-3)

BERITA TERKAIT