13 October 2020, 00:10 WIB

Dedikasi untuk Legenda Lakers


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

PENANTIAN panjang Los Angeles Lakers kini berakhir sudah. Setelah 10 tahun puasa gelar, mereka akhirnya kembali menjuarai NBA setelah menang 4-2 atas Miami Heat. 

Dalam laga keenam yang berlangsung kemarin WIB di Adventhealth Arena, Florida, Lakers menundukkan Heat dengan skor 106-93.
Kemenangan atas Heat pun membuat Lakers sukses merebut gelar juara NBA ke-17 dan menyamai rekor rival mereka, Boston Celtics, sebagai tim tersukses sepanjang sejarah NBA.

Kendati sama-sama 17 kali juara, Lakers lebih banyak tampil di final ketimbang Celtics, yakni sebanyak 32 kali termasuk tahun ini berbanding  21 kali. Bahkan kedua tim 12 kali bertemu di rangkaian final NBA sepanjang sejarah meski hanya tiga kali dimenangi Lakers dan sisanya milik Celtics.

Rivalitas abadi itu hampir terwujud lagi di fi nal NBA kali ini, tetapi langkah Celtics terhenti di fi nal Wilayah Timur oleh Heat. Bintang Lakers LeBron James tampil luar biasa dengan menyumbangkan triple-double 28 poin, 14 rebound, dan 10 assist

Kemenangan timnya pun membuat James meraih gelar NBA keempat sepanjang kariernya dengan tiga tim yang berbeda. Sementara itu, Anthony Davis menambahkan 19 poin dan 15 rebound. Davis mengatakan gelar juara yang didapat didedikasikan untuk legenda Lakers Kobe Bryant yang meninggal akibat kecelakaan helikopter pada awal tahun ini. 

“Kobe, saya tahu dia memandang kami dengan sangat bangga,” kata Davis.

“Kami merindukannya dan ini (juara NBA) pasti untuknya,” imbuhnya.

General Manager Lakers Rob Pelinka mengatakan Bryant dan putrinya, Gianna, yang juga jadi korban di kecelakaan itu, telah membimbing timnya sepanjang tahun ini. “Suara Kobe selalu ada di kepala saya, selalu, setiap hari, setiap menit,” ujar Pelinka yang mengatakan kemenangan Lakers ialah warisan Bryant dan putrinya.

Lakers membutuhkan waktu 10 tahun untuk dapat kembali merebut gelar juara. Terakhir kali gelar itu diraih ialah pada 2010 ketika Bryant masih aktif. “Kobe pernah berkata ‘Aku akan memberimu dua-tiga tahun, untuk memperbaiki ini, dan kamu akan membuat Lakers kembali ke puncak’. Saya kira Anda benar, Anda memberi saya energi untuk melakukannya,” kenang Pelinka.


Pemain terbaik

Selain mendapatkan gelar keempatnya di NBA, James meraih anugerah keempatnya untuk pemain terbaik (MVP). Sebelumnya dia memenangi MVP saat membela Heat pada 2012 dan 2013, juga memenangi MVP saat tampil bersama Cleveland Cavaliers pada 2016.

Pencapaian itu menjadikannya sebagai pemain pertama dalam sejarah NBA yang memenangi penghargaan dengan tiga tim berbeda.
“Ini sangat menantang dan sangat sulit,” ucap James. “Gelar ini berada di atas sana, menjadi salah satu pencapaian terbesar yang saya miliki,” imbuhnya.

Memenangi MVP keempatnya membuat James menjadi pebasket dengan gelar MVP terbanyak kedua di bawah legenda bola basket Michael Jordan yang memperoleh enam gelar MVP. “Saat pertama kali datang ke Lakers (2018) saya sudah berjanji ke Jeanie Buss (pemilik Lakers) untuk membawa tim ini kembali ke kemenangan,” sebutnya. 

“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari Lakers dan mendapat kesempatan bermain bersama Lakers, semua orang di Lakers, mulai jajaran pelatih hingga pemain, berhak mendapatkan penghormatan atas prestasi ini,” tuturnya.

James ke depannya bisa mencatatkan rekor baru dalam hal pencetak skor terbanyak di NBA. Sekarang, James berada 4.148 poin di belakang Kareem Abdul-Jabbar untuk memimpin pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah di musim reguler. Itu artinya James harus bermain setidaknya dua musim penuh lagi untuk mencapai target tersebut. (ESPN/AFP/Ant/R-3)
 

BERITA TERKAIT