12 October 2020, 23:54 WIB

Polda Riau Tangkap Mahasiswa Gadungan Perusak Mobil Dinas Polisi


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

POLDA Riau menangkap satu orang yang diduga kuat provokator aksi perusakan mobil Polantas sekaligus penyusup dengan memakai jaket almamater Universitas Lancang Kuning (Unilak) dalam aksi unjuk rasa UU Cipta Lapangan Kerja Omnibus Law di Pekanbaru pada Kamis (8/10) lalu. G, yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik alat berat di Kabupaten Siak, Riau, kini menjadi tersangka.

"G bersama empat rekannya pada malam tanggal 7 Oktober sebelum hari H aksi unjuk rasa itu diketahui sudah berkumpul di rumahnya. Mereka merencanakan dan mencari jaket almamater mahasiswa guna bisa menyusup dalam aksi BEM se Riau itu. Sebelumnya rencana aksi mahasiswa pada 8 Oktober di DPRD Riau telah menyebar di media sosial," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi di Pekanbaru, Senin (12/10).

Agung menjelaskan, pada awalnya demo mahasiswa berjalan dengan baik. Mahasiswa menyampaikan aspirasi menolak UU cipta lapangan kerja Omnibus Law. Namun unjuk rasa menjadi kurang terkoordinir saat penunjukkan perwakilan mahasiswa yang bisa melakukan pertemuan dengan DPRD Riau.

"Mereka sepertinya demo yang tidak terkoordinir dengan baik. Apalagi anggota DPRD pada saat itu juga tidak lengkap. Yang kami tahu dari G ini, ia telah mengikuti ketika rombongan demo sedang menuju ke DPRD," ungkap Kapolda.

Kapolda mengatakan, ketika komunikasi perwakilan mahasiswa dengan DPRD Riau mulai tidak baik dan kondisi mulai tegang. Tersangka G ikut rombongan mahasiswa yang akan membubarkan diri

"Dari rekaman CCTV tampak saat rombongan melihat ada mobil patroli Polantas yang parkir di depan Hotel Tjokro, massa mulai melempar batu. G pertama memulai menendang merusak mobil itu. Dia menjadi pemantik hingga yang lain ikut menendang pintu, memecahkan kaca, memukul, hingga mobil dibalikkan," terang Kapolda.

Agung menambahkan, sejauh ini pihak Unilak belum melakukan laporan polisi terkaiti penggunaan jaket almamater oleh bukan mahasiswa. "Rektor Unilak sudah menelpon dan berterima kasih kepada Polda Riau karena telah membuktikan pelaku bukan mahasiswa Unilak. Sampai saat ini belum ada laporan dari Unilak," ujar Agung. (R-1)

 

BERITA TERKAIT