12 October 2020, 23:39 WIB

Sebagian Pelayanan RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Ditutup


Kristiadi | Nusantara

SEBAGIAN pelayanan kesehatan di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat terpaksa harus ditutup sementara setelah adanya tiga tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganya saat ini telah mendapat perawatan di ruang isolasi.

"Awalnya, satu tenaga kesehatan itu menderita demam berdarah dengue (DBD) dan setelah dilakukan swab hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Akan tetapi, setelah tracing dilakukan terdapat dua orang melakukan kontak erat dengan satu tenaga kesehatan juga dinyatakan positif dan sumber virus korona sampai sekarang masih belum diketahui," kata Wakil Direktur Umum RSUDÂ dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, Senin (12/10).

Ia menambahkan, pelayanan di RSUD dr Soekardjo yang dihentikan sementara adalah dari klinik THT, jantung, mata, kandungan, tumbuh kembang dan, EKG pegawai suntik termasuk ruangan rawat inap kelas VIP Dahlia ditutup.

"Untuk pelayanan secara umum baik instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, dan sebagian klinik serta layanan kesehatan tetap berjalan. Akan tetapi, sekarang tetap memaksimalkan ketersediaan pegawai yang ada dan rencana besok pegawai akan dilakukan swab massal," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya terus mengalami penambahan hingga mencapai 302 orang di antaranya 196 pasien mendapat perawatan di ruang isolasi dan 11 orang meninggal dunia. Penambahan tersebut berdasarkan hasil swab dari klaster keluarga, pesantren dan tenaga kesehatan.

"Untuk jumlah pasien terkonfirmasi positif yang masih mendapatkan perawatan di ruang isolasi terbanyak dari klaster pesantren 129 orang dan lainnya tersebar di beberapa lokasi tapi 96 orang sembuh dan sebagian sudah meninggalkan rumah susun sewa (Rusunawa) milik Unsil. Akan tetapi, sekarang ruang isolasi sudah terpenuhi dan pemerintah juga selama ini sudah menyiapkan dua hotel untuk pasien Covid-19," paparnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT