12 October 2020, 23:33 WIB

Polisi Ungkap Sindikat Narkotika Sumut-Aceh


Yoseph Pencawan | Nusantara

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap jaringan narkoba Sumut-Aceh dengan barang bukti 8,3 kilogram sabu-sabu. Satu orang angggota sindikat berhasil ditangkap dan satu lainnya tewas ditembak polisi karena berusaha melawan saat akan ditangkap.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin, Senin (12/10) mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi adanya seorang lelaki yang membawa narkotika jenis sabu dari Kota Tanjungbalai, Sumut. Informasi itu menyebutkan bahwa pria tersebut mengendarai mobil Honda Accord berpelat nomor BK 1103 QJ, menuju ke Kota Medan, Jumat (9/10).

Polisi kemudian melakukan pengintaain dan melihat mobil dengan ciri-ciri tersebut melintasi Jalan Sisingamangaraja, tepatnya pada salah satu pool bus. Setelah laju kendaraan dihentikan, diketahui bahwa mobil tersebut dikemudikan seorang pria bernama Aswan alias Aseng.

Petugas kemudian mengamankan Aseng, tetapi saat dilakukan penggeledahan terhadap dirinya dan mobil yang dia kendarai tidak ditemukan barang bukti.

Kepada petugas Aseng mengaku barang yang dia bawa dari Kota Tanjungbalai telah diserahkannya Masiwan, Polisi pun bergerak cepat melakukan pengejaran dan menemukan Masiwan di Jalan AH Nasution.

Dari Masiwan petugas menemukan barang bukti berupa sabu yang dikemas dalam tujuh bungkusan teh hijau merek Qing Shan. "Namun saat dilakukan pengembangan, dia mencoba kabur dengan melawan petugas menggunakan senjata api, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur," ungkap Kapolda

Pelaku sempat mendapat pertolongan dengan membawanya segera ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut, tetapi akhirnya tewas dalam perjalanan.

Pengembangan dilanjutkan personel Ditres Narkoba dengan mendatangi tempat tinggal Aseng di Kota Tanjungbalai. Dari penggeledahan yang dilakukan, tim kembali menemukan barang bukti berupa sabu seberat 1,3 kilogram.

Atas kejahatan ini, Polda Sumut akan menjerat Aseng dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana, pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (R-1)

BERITA TERKAIT