12 October 2020, 23:12 WIB

Polda Sumut Periksa Wali Kota Sibolga


Yoseph Pencawan | Nusantara

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Sumut), Senin (12/10) memeriksa Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk terkait dengan penyelidikan dugaan kasus korupsi. Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Rony Samtana menyatakan Syarfi Hutauruk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Ada, hari ini kita lakukan pemeriksaan, tapi masih dalam tahap penyelidikan," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (12/10).

Syarfi diperiksa sebagai saksi atas kasus yang sedang diusut Polda Sumut terkait dengan anggaran Pemkot Sibolga. Namun Rony tidak bersedia merinci kasus ini mengenai anggaran apa dan berapa besar nilai kerugian negara yang timbul.

Dia juga belum bersedia mengungkapkan sudah berapa orang diperiksa dalam pengusutan kasus ini. Sumber di Polda Sumut menyebutkan Ditreskrimsus sudah meminta keterangan dari sejumlah pejabat Pemkot Sibolga, sebelum memanggil sang Wali Kota.

Syarfi sendiri selama dua periode memimpin Kota Sibolga kerap diterpa isu mengenai korupsi. Salah satunya dari audit Badan Pemeriksa Keungan (BPK) yang menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp10 miliar dari alokasi dana APBD Tahun Anggaran (TA) 2015 Pemerintah Sibolga senilai Rp65 miliar.

Ini ditemukan dalam proyek Rigit Beton di Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Sibolga. Meski sempat mangkir, tetapi Syarfi telah memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Sumut untuk diperiksa sebagai saksi.

Kasipenkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian mengungkapkan, dalam kasus ini terdapat 13 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak 10 orang di antaranya berasal dari rekanan proyek dan tiga orang lainnya dari Dinas PU Kota Sibolga, termasuk Kepala Dinas. (R-1)

BERITA TERKAIT