12 October 2020, 21:43 WIB

SBY: Sejak 2016 Saya Selalu Jadi Korban Fitnah


Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum

PRESIDEN ke-VI RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal tudingan dirinya menunggangi demo Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) atau Omnibus Law.

SBY secara tegas membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, sejak 2016 ia kerap dituduh menunggangi aksi-aksi demo yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah.

"Sejak dulu saya dituduh, difitnah menunggangi menggerakkan dan membiayai unjuk rasa besar. Saya pernah sebagai prajurit 30 tahun, lalu dipemerintahan 15 tahun. Tiba-tiba dituduh seperti itu, menurut saya tidak tepat," ungkapnya dalam akun Youtube SBY, Jakarta, Senin (12/10)

SBY mengatakan bahwa tudingan dirinya dan Partai Demokrat yang menggerakan demonstrasi penolakan Omnibus Law yang berujung anarkis pada pekan lalu ialah tidak berdasar.

"Andai kata saya punya kemampuan gerakan massa yang luas tanah air kemarin. Andai kata saya punya uang banyak menggerakkan aksi, saya enggak punya niat. Tidak terpikir oleh saya. Saya menjadi korban," ucap SBY.

Saat sesi tanya jawab dalam video tersebut, ada yang menanyakan ke SBY perihal bahwa yang menuding dirinya ialah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kemenko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

SBY juga membantah hal tersebut. Ia mengaku bahwa hubungan dirinya dan dua menteri tersebut baik.

"Kalau saya enggak yakin Pak Airlangga atau Pak Luhut yang dimaksud (menunggangi demo) itu saya. Hubungan saya baik dengan Pak Airlangg, Pak Luhut juga baik. Lebih bagus disebutkan agar rakyat tidak curiga. Kalau negara tidak terbuka, dikira negara lakukan hoaks," pungkas SBY. (OL-8)

BERITA TERKAIT