12 October 2020, 20:30 WIB

Produksi Rapid Test sudah 350 Ribu per Bulan


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

SEJUMLAH riset dan inovasi untuk testing, tracing, dan treatment (3T) covid-19 kepada Presiden Joko Widodo melalui rapat terbatas. Produksi rapid test yang sudah mencapai 350 ribu per bulan akan menuju 1 juta per bulan.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro melaporkan hal itu kepada Presiden, Senin (12/10).

Produk rapid test yang diluncurkan pada Mei lalu telah disalurkan ke Kementerian Kesehatan, perusahaan/organisasi, dan rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Selain itu, Menristek juga melaporkan dua inovasi untuk membantu testing dan tracing yaitu Genose hasil riset Universitas Gadjah Mada dan RT-LAMP hasil penelitian LIPI.

“Dua inovasi yang berasal dari dalam negeri yang diperkirakan nanti bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap PCR test dan solusi untuk screening yang lebih baik,” tuturnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa Genose mampu mendeteksi keberadaan covid-19 dengan menggunakan hembusan nafas. Alat ini lebih murah, akurat, dan mampu mendeteksi lebih cepat kurang dari dua menit.

Genose telah diuji klinis tahap pertama di rumah sakit di Yogyakarta dan diperoleh tingkat akurasi dibandingkan PCR test sekitar 97 persen.

Teknologi testing RT-LAMP yang dikembangkan LIPI bersifat rapid swab test. RT-LAMP juga bisa menjadi solusi bagi rumitnya testing yang menggunakan PCR karena lebih cepat, lebih murah, dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

“Kalau swab test yang biasanya memakan waktu lama dan membutuhkan laboratorium, (RT-LAMP) bisa dilakukan dengan waktu yang lebih cepat di bawah 1 jam dan tanpa menggunakan laboratorium BSL-2,” terangnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT