12 October 2020, 19:15 WIB

Sembilan Rumah Sakit Uji Alat Deteksi Covid-19 Genose


Ardi | Nusantara

ALAT uji covid-19 lewat hembusan nafas, Genose, sudah siap untuk uji diagnostik. Alat ini menggunakan artificial intelligent. Sistem ini membutuhkan banyak pengujian agar akurasinya semakin baik.

"Kita lihat nanti uji diagnostiknya. Mudah-mudahan hasilnya memuaskan," kata peneliti Genose, Dian Kesumapramudya Nurputra, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (12/10).

Ia menyebut, alat tersebut akan menguji 3.200-4.000 sampel dari sekitar 1.600 subjek. Uji diagnostik tersebut akan melibatkan sembilan rumah sakit dan diharapkan selesai dalam 2-3 minggu.

Sembilan rumah sakit yang akan melaksanakan uji diagnostik Genose, yaitu RSUP Sardjito, RSA UGM, RS Bhayangkara Polda DIY, RS Bambanglipuro, RSPAU Hardjolukito, RS Soetarto, RS Sudjono Magelang, RS Saiful Anwar Malang, dan RS Bhayangkara tingkat I Jakarta. Jika masih kurang, pihaknya akan menambah uji diagnostik di RSPAD Gatot Subroto dan rumah sakit di Klaten.

Sebelum memasuki uji diagnostik, pihaknya sudah mendapatkan izin dari komite etik dan sedang proses sertifikasi uji kelayakan dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan. Dua syarat itu kemudian diajukan ke Kemenkes untuk mendapatkan surat rekomendasi uji diagnostik. Ia memperkirakan uji diagnostik bisa dilakukan pada minggu ini.

Di saat bersamaan, pihaknya sudah selesai menyiapkan bimbingan teknis di sembilan rumah sakit untuk uji diagnostik. Banyak tahapan yang harus dilalui agar alat ini benar-benar valid untuk menguji covid-19.

Ia menjelaskan, alat tersebut baru bisa menjadi alat diagnostik jika telah punya akurasi medis, seperti sensitivitas, pepsitivitas, hingga positive predict value. "Kalau semua lancar, harapannya pertengahan November, mass production sudah mulai dikerjakan," kata dia. Jika disetujui izin edarnya, biaya pemeriksaan per orang hanya sekitar Rp15 ribu. (OL-14)

BERITA TERKAIT