12 October 2020, 16:00 WIB

Tips Beli Properti saat Pandemi


Wisnu AS | Ekonomi

MASA pandemi disebut sebagai waktu yang tepat dalam membeli properti. Pasalnya, banyak pengembang berlomba-lomba memberikan promo. Meskipun demikian, apa saja faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan konsumen, terutama untuk hunian vertikal dalam masa pandemi?

Salah satunya, Marketing Manager Green Pramuka City Sonny Handoko menyebutkan sedapat mungkin konsumen sudah bisa langsung menghuni properti yang sudah dibelinya. “Dengan demikian, konsumen akan terhindar dari risiko-risiko yang biasa terjadi, seperti keterlambatan pembangunan atau yang lebih fatal yakni mangkraknya pembangunan," tuturnya.

Selain itu, konsumen harus memperhatikan keuntungan yang diperoleh ketika membeli suatu produk apartemen. Jangan sampai, imbuh Sonny, konsumen hanya mendapatkan benefit yang biasa-biasa saja.

Terakhir, lokasi yang strategis dan konsep apartemen modern mesti menunjang kebutuhan hidup. Soalnya, hal inilah yang akan menjaga kestabilan nilai properti tersebut.

Sebagai contoh, pihaknya kini menghadirkan program rangkaian harga dan cara bayar yang sangat menarik bagi berbagai kalangan, baik investor maupun end user seperti pasangan muda atau generasi milenial. Program bernama Best Deal tersebut memberikan konsumen memperoleh apartemen di atas mal dan tipe 2 bedroom, termasuk fully compact furnished elegan dengan harga hanya Rp585 juta.

"Selain itu, fasilitas pembiayaan melalui bank (KPA) DP hanya 5%, serta angsurannya Rp5 jutaan per bulan. Program ini berlaku mulai Oktober 2020. Dengan demikian, rangkaian program yang kami berikan ini dapat memenuhi kebutuhan konsumen untuk memiliki hunian dengan beragam kemudahannya," ujarnya.

Pengembang apartemen Green Pramuka City kini sudah membangun 9 tower dari 17 tower apartemen yang direncanakan dalam lahan seluas 12,9 ha di Jakarta Pusat. Dalam menghadapi situasi seperti ini, Head of Communications Green Pramuka City Lusida Sinaga mengatakan kondisi sekarang seharusnya bisa dijadikan sebagai tantangan bagi pelaku industri properti.

Jika dapat menemukan celah dan strategi pemasaran yang sesuai, tentu pengembang masih bisa bertahan dan dikenal oleh konsumen. Ia berharap muncul sentimen positif pascapengembangan vaksin virus korona. (OL-14)

BERITA TERKAIT