12 October 2020, 17:50 WIB

MRT Tuntas Perbaiki Kerusakan Pascademo Omnibus Law dalam 3 Hari


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

BEBERAPA titik fasilitas Stasiun MRT Jakarta ikut rusak terdampak akibat aksi unjuk rasa menentang pengesahan Omnibus Law pada Kamis, 8 Oktober 2020 lalu.

PT MRT Jakarta pun mengebut perbaikan kerusakan-kerusakan tersebut. Contohnya, pintu masuk Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI dan Setiabudi Astra yang terdampak kini telah selesai diperbaiki dan telah melayani masyarakat secara penuh mulai pagi ini.

“Mulai hari ini 12 Oktober 2020, seluruh fasilitas stasiun MRT Jakarta yang terdampak telah selesai diperbaiki dan dapat digunakan kembali oleh pengguna MRT Jakarta,” ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar.

“Dalam kurun waktu 3 hari perbaikan seluruh fasilitas stasiun terdampak dapat diselesaikan, hal ini dilakukan dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama pengguna MRT Jakarta,” tambahnya.

William juga mengungkapkan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kerja keras tim dan seluruh pihak yang telah membantu kegiatan pembersihan dan perbaikan fasilitas stasiun tersebut.

Terkait penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi, mulai hari ini (12/10), jadwal operasional MRT Jakarta di hari kerja melayani pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB dan hari libur/akhir pekan pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

"Serta tetap menerapkan pembatasan jumlah pengguna maksimal 50% dari kapasitas yaitu 62-67 orang per kereta (gerbong) atau 390 orang per rangkaian kereta," imbuh William.

Seluruh stasiun beroperasi secara normal dan alur pengguna MRT Jakarta pada hari ini (12/10) berjalan dengan lancar.

PT MRT Jakarta (Perseroda) senantiasa mengimbau bagi masyarakat yang masih harus berpergian menggunakan MRT Jakarta untuk dapat selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Bangkit Bersama di lingkungan MRT Jakarta, seperti kewajiban memakai masker, menjaga jarak antar pengguna, rajin mencuci tangan, serta tidak berbicara, baik satu atau dua arah, selama di dalam Ratangga.(OL-4)

BERITA TERKAIT