12 October 2020, 17:34 WIB

Polisi Sidik 167 Tersangka Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law


Deden Muhamad Rojani | Megapolitan

MABES Polri menyatakan dari total penangkapan terhadap 5.918 pendemo Tolak UU Omnibus Law di seluruh Indonesia, ada 167 orang yang ditangkap statusnya meningkat ke level penyidikan.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono memaparkan, proses penyidikan masih berlangsung dan aparat kepolisian melakukan penahanan kepada beberapa tersangka.

“Ada beberapa orang yang diberlakukan penahanan. Orang yang ditahan karena ancaman pidananya diatas 5 tahun, sedangkan orang tidak ditahan tetap diproses karena ancamannya tidak diatas 5 tahun,” ungkap Argo, Senin (12/10).

Argo menegaskan, pihaknya bakal memproses kasus tersebut hingga ke tingkat pengadilan, selain itu, para tersangka tidak akan diberikan penanguhan penahanan.

Baca juga : 10 Tersangka Perusakan Kantor Kementerian ESDM Ditetapkan

“Sesuai dengan perintah Undang-Undang bahwa pelaku diproses dan lanjut semuanya sampai ke tingkat pengadilan,” ungkapnya.

Argo menjelaskan, penyidikan tersebut buntut dari kegiatan unjuk rasa tanggal 5, 6, 7 dan puncaknya 8 Oktober di 95 wilayah Indonesia.

“8 Oktober ada aksi yang Anarkis dan menimbulkan korban, ada korban manusia, fasilitas dinas dan fasilitas umum, contohnya aparat di Surabaya di lempar abtu dan terluka,” tuturnya.

Sementara, para tersangka yang diaamankan tersebut berasal dari bebagai daerah, yaitu dari wilayah hukum Polda Metro Jaya 54 orangan, Sumatra Utara ada 32 orang, Jambi 5 orang, Sumatra Selatan 6 orang, Lampung 4 orang, Banten 14 orang, Jawa Barat 14 orang, Jawa Tengah 5 orang, Jawa Timur 15 orang, Yogyakarta 4 orang, Kalimantan Barat 5 orang, Kalimantan Selatan 1 orang, Sulawesi Selatan 6 orang, dan Sulawesi Tengah 3 orang.

“Dari para tersangka tersebut, yang berstatus mahasiswa 29, pelajar 83, masyarakat 7, buruh 7, pengangguran 10 dan lain-lain 30, dan ada juga ibu rumah tangga di Sumatra Utara,” tutupnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT