12 October 2020, 14:45 WIB

Closed Loop untuk Jembatani Petani dengan Pasar


Cikwan Suwandi | Ekonomi

MEMBANGUN ketersediaan pangan dalam masa pandemi, PT Pupuk Kujang menandatangani MoU Pengembangan Pilot Project Kemitraan Closed Loop di lahan seluas 30.000 m2. Program Closed Loop Agribusiness menjadi jembatan untuk petani dan pasar sehingga suplai lebih maksimal dan produk maupun harga menjadi stabil.

Itu disampaikan Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kujang Robert Sarjaka di Karawang, Jawa Barat, Senin (12/10). Dalam kerja sama tersebut, Pupuk Kujang berperan dalam pendampingan, mulai dari analisa tanah, aplikasi pemupukan, budi daya, dan pemasaran hasil panen.

"Program Closed Loop merupakan inisiasi Kadin dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat yakni Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pertanian. Semua pihak dalam program ini punya peran, mulai dari hulu hingga hilir dan bertanggung jawab untuk melakukan pendampingan agar produktivitas hasil taninya optimal," ungkapnya.

Menurut Robert, selama ini Pupuk Kujang sudah menjadikan Garut sebagai lokasi tidak hanya untuk pemasaran pupuk bersubsidi, tapi juga untuk pupuk nonsubsidi/ritel. Menurutnya, ke depan closed loop akan diperluas ke wilayah lain.

Ia menegaskan kunci program tersebut terletak pada sinergi BUMN, pemerintah, swasta, dan kelompok tani. "Closed loop pertanian akan mengurai permasalahan supply chain yang muncul seperti produk melimpah dan langkanya produk pertanian. Model closed loop ke depan diharapkan dapat menjadi success story yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan bisnis hortikultura di Indonesia," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT