12 October 2020, 13:56 WIB

KAI Tutup 124 Perlintasan Sebidang Liar Sepanjang 2020


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menutup 124 perlintasan sebidang liar dari sepanjang Januari-Oktober 2020.

Penutupan bertujuan menormalisasi jalur kereta api, serta meningkatkan keselamatan perjalanan penumpang.

“KAI bersama pemerintah terus bersinergi untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang melalui berbagai upaya,” ujar Vice Presiden Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan resmi, Senin (12/10).

Baca juga: Tahun Ini, Ada 198 Kecelakaan Akibat Terobos Palang Pintu Kereta

Hingga saat ini, KAI mencatat 3.124 perlintasan sebidang resmi dan 1.556 perlintasan tidak resmi atau liar. Menurut Joni, dibutuhkan penindakan bagi pengendara yang masih nekat melewati jalur sebidang yang sudah ditutup.

Penindakan itu dikatakannya penting untuk menimbulkan efek jera. Serta, meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan.

Perlintasan sebidang seharusnya dibuat tidak sebidang, yaitu menjadi flyover dan underpass, untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan. Pihaknya pun telah memasang perelatan keselamatan perlintasan sebidang dan perlengkapan jalan lainnya.

Baca juga: Perlintasan Sebidang Harus Dihilangkan Total

KAI menilai keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, operator dan pengguna jalan memiliki peran yang sama.

“Kami mengharapkan dukungan dari berbagai pihak agar keselamatan di perlintasan sebidang kereta api dapat tercipta,” imbuh Joni.

Sepanjang tahun ini, KAI sudah melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang yang rawan pelanggaran sebanyak 33 kali. KAI bersama Komunitas Pecinta Kereta Api melakukan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya, membangun budaya disiplin di perlintasan sebidang.(OL-11)

BERITA TERKAIT