12 October 2020, 13:36 WIB

Ekonom: BI Sebaiknya Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan


Despian Nurhidayat | Ekonomi

JELANG pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG), Bank Indonesia (BI) diminta tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 4,00%.

Pengamat Ekonomi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia Teuku Riefky menilai Bank Sentral perlu mempertahankan kebijakan makroprudensial untuk mengelola stabilitas sektor keuangan. Mengingat, ketidakpastian domestik dan global terus meningkat.

"Saat masyarakat masih belum yakin pemerintah sudah melakukan upaya penanganan krisis kesehatan secara baik, munculnya isu lain seperti penolakan terhadap RUU Cipta Kerja. Serta, implementasi yang buruk dari penerapan kembali PSBB di Jakarta, semakin memperkeruh ketidakpastian," ujar Riefky dalam risetnya, Senin (12/10).

Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Alhasil, lanjut dia, nilai tukar rupiah bergejolak sejak pertengahan September. Dia memandang tidak ada tanda pemulihan ekonomi dalam waktu dekat yang dapat meredam permintaan agregat. Seiring kelompok masyarakat menengah ke atas menahan pengeluaran. Pun, dunia usaha juga menahan kapasitas produksi di level minimum.

"Pelonggaran kebijakan moneter saat ini tidak akan terlalu mendorong bertumbuhnya aktivitas ekonomi. Justru akan menambah risiko peningkatan tekanan terhadap depresiasi nilai tukar rupiah dan arus modal keluar," pungkas Riefky.(OL-11)

BERITA TERKAIT