12 October 2020, 13:24 WIB

Usut Gratifikasi Rachmat Yasin, KPK Panggil Sekda Bogor


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam orang, salah satunya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin. Seluruhnya akan diminta keterangan menyangkut kasus tindak pidana korupsi pemotongan anggaran dan gratifikasi yang menjerat eks Bupati Bogor, Rachmat Yasin.

"Saksi Burhanudin dipanggil akan diminta keterangan untuk tersangka RY (Rachmat Yasin)," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (12/10).

Menurut dia, selain Burhanudin KPK juga dalam penyidikan kasus ini memanggil Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Estantoni Kasno, Kasubag Keuangan Bappeda Kabupaten Bogor Sonny Dirgantara, Kasubag Keuangan BPBD Kabupaten Bogor Syarif Hidayat dan dua lainnya dari pihak swasta HMN Lesmana serta H Muhamad Suhedar

Rachmat Yasin diketahui baru selesai menjalani masa tahanan selama 5 tahun 6 bulan pada Mei 2019 atas perkara rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Bogor Jawa Barat pada tahun 2014.

Kemudian KPK mengembangkan perkara itu dan menemukan bahwa Rachmat Yasin diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa satuan kerja perangkat daerah sekitar Rp 8,93 miliar untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Tidak hanya itu, Rachmat Yasin juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta.

Atas perbuatannya itu Rachmat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (Cah/OL-09)

BERITA TERKAIT