12 October 2020, 12:40 WIB

Perguruan Tinggi Pesantren Bisa Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi


Emir Chairullah | Humaniora

PERGURUAN tinggi pesantren bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi untuk masyarakat. Oleh karena itu, selain menyiapkan pengajar dan pendakwah, setiap perguruan tinggi yang bersangkutan diharapkan mampu menyiapkan inovator yang menguasai sektor tersebut. 

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengemukakan harapan tersebut pada acara Dies Natalis ke-56 IAI As'adiyah Wajo melalui konferensi video, Senin (12/10).

“Sesuai dengan misi pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, pesantren harus mampu menjadi pusat pemberdayaan salah satunya bidang ekonomi, baik yang sifatnya sektor keuangan atau sektor riil,” tutur Wapres. 

Wapres menyebutkan pemerintah sudah menyiapkan berbagai instrumen untuk mendukung pengembangan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi. Dalam sektor keuangan, misalnya, pemerintah menjalankan program pembentukan bank-bank wakaf mikro dan pembentukan baitul mal wat tamwil (BMT) di pesantren-pesantren serta menyediakan dana melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang berada di kementerian Koperasi. 

“Sedangkan dalam sektor riil pemerintah juga mendorong program one-pesantren one-product (OPOP). Begitu juga pemerintah telah membangun BLK-BLK (balai latihan kerja) di berbagai pesantren,” papar Ma'ruf Amin.

Selain menyiapkan inovator, Wapres juga berharap agar perguruan tinggi berbasis pesantren harus menjadi bagian dari misi pesantren yaitu sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Menurutnya, agen perubahan yang dilahirkan tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan fisik, tapi juga dalam pembangunan secara rohani melalui dakwah. 

"Misi pesantren sebagaimana di atas harus menjadi bagian integral dari misi perguruan tinggi ini. Karena Institut Agama Islam As’adiyah, merupakan bagian dari komunitas pesantren tersebut," ungkap Wapres.

Dijelaskannya, sebagai lembaga pendidikan, pesantren harus melaksanakan tugas pokok pesantren yaitu menyiapkan ahli-ahli agama yang mampu merespon berbagai tantangan sesuai dengan situasi yang dihadapi. “Mereka inilah yang akan melanjutkan tugas para ulama yang sudah terlebih dahulu,” ujarnya.

Sebagai pusat gerakan dakwah, Wapres meminta pesantren menyiapkan penguasaan teknologi digital (dalam bentuk media sosial dan lain-lain) sebagai alat dakwah masa kini dan masa depan. “Karena sistem dakwah melalui teknologi digital akan lebih efektif dan lebih memungkinkan masyarakat untuk menyimak dakwah kapan saja, di mana saja, dan waktunya pun lebih fleksibel, terutama untuk generasi milenial dan generasi Z,” jelasnya.

Di kesempatan tersebut, Bupati Wajo Amran Mahmud menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wapres pada acara Dies Natalis ke-56 IAI As’adiyah secara virtual. Ia juga menyampaikan harapannya agar di hari jadi ke-56 ini, IAI As’adiyah dapat terus memberikan kontribusinya baik fungsi akademik maupun sosial kepada masyarakat, agar pelayanan yang diberikan dapat terus menjawab perkembangan zaman. 

“Perguruan tinggi bertanggung jawab meningkatkan kemampuan pendidikan dan penelitian sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkap Amran. (P-2)

BERITA TERKAIT