12 October 2020, 12:29 WIB

Pemerintah Bakal Tanggung Biaya Vaksin untuk Nakes dan Aparat


Insi Nantika Jelita | Humaniora

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto menuturkan pemberian vaksin covid-19 akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan yang menangani virus korona dan aparat.

“Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang berada di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidikan," ujar Terawan dalam keterangan resmi, Senin (12/10).

Terawan menegaskan para garda terdepan dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh Pemerintah.

"Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh Pemerintah," sebutnya.

Baca juga: Soal Kasus Aktif Covid-19, Jokowi: Penurunannya Kelihatan Sekali

Menkes mengatakan, untuk menjaga akuntabilitas pengadaan vaksin, vaksin yang dibayarkan pemerintah maupun yang mandiri tetap harus melalui Bio Farma, sebagai BUMN yang ditunjuk untuk pengadaan vaksin.

Dalam waktu dekat, kata Terawan, Bio Farma akan memaparkan kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerja samanya.

Menkes bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin Covid-19: Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac, Sabtu (10/10).

Pertemuan itu bertujuan memfinalisasi pembelian vaksin covid-19 yang telah dijajaki Menteri BUMN dan Menteri Luar Negeri dan dalam konteks persiapan eksekusi vaksinasi, transfer teknologi, dan penjajakan regional production di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Menkes Terawan mengajak Cansino, G42/ Sinopharm, dan Sinovac untuk melakukan kerja sama transfer teknologi dengan Bio Farma dan kerja sama riset termsuk uji klinis dengan lembaga penelitian medis yang ada di Indonesia.

Disebutkan, Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 29 produsen vaksin di 22 negara di dunia yang telah memperoleh Prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (PQ WHO) sehingga dipercaya dapat memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 150 negara. (OL-1)

BERITA TERKAIT