12 October 2020, 11:15 WIB

Jokowi Beri 2 Pekan untuk Tekan Covid-19 di 12 Kabupaten/Kota


Nur Azizah | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo memberi waktu dua pekan bagi Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemerintah Daerah untuk menurunkan angka positif covid-19 di 12 kabupaten/kota. Data per 11 Oktober 2020, 12 kabupaten/kota itu menyumbang 30% dari kasus aktif di Indonesia.

"Saya juga minta dua minggu ke depan diprioritaskan untuk 12 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000 yang menyumbang 30% total kasus aktif nasional," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/10).

Ke-12 kabupaten/kota yang dimaksud Jokowi ialah Kota Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Jayapura, Kota Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kota Pekanbaru, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Vaksinasi Covid-19 Dimulai Awal November

Di sisi lain, Jokowi mengapresiasi penurunan kasus aktif di Indonesia. Dari 22,46% pada 27 September 2020 menjadi 19,97% pada 11 Oktober 2020.

"Kasus aktif di Indonesia ini 19,97%. Saya kira bagus karena ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,1%. Kita lebih baik," ujar dia.

Selain itu, dia juga memuji tingkat kesembuhan covid-19 di Tanah Air. Per kemarin, total kasus sembuh mencapai 255.027 atau 76,48%, lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia, yakni 75,03%.

"Itu sudah lebih baik. Karena itu, angka rata-rata kesembuhan harus terus diperbaiki, terus ditingkatkan dengan meningkatkan standar pengobatan, baik di RS, ICU, maupun tempat-tempat isolasi," kata Jokowi.

Sementara kasus kematian sekitar 11.844 kasus atau 3,55%. Menurutnya, angka ini jauh lebih baik ketimbang dua pekan lalu yang sebesar 3,77%.

"Namun masih lebih tinggi dari rata-rata kematian dunia di 2,88%. Saya kira tugas besar kita di sini bagaimana rata-rata angka kematian di sini bisa ditekan terus. Yang penting menekan terus kasus-kasus positif dengan terus menyampaikan pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan," tegasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT