12 October 2020, 11:05 WIB

Menristek: UU Cipta Kerja akan Buka Lapangan Kerja Baru


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Menteri Riset dan Teknoloi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro optimistis Undang-Undang Cipta Kerja akan membantu mendorong peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional dan penciptaan banyak lapangan kerja baru. Hal ini dikarenakan regulasi tersebut mendukung kemudahan hilirisasi riset serta percepatan hilirisasi riset dan inovasi di daerah.

“Dengan semakin meningkatnya hilirisasi hasil riset dan inovasi yang dapat digunakan oleh industri dan masyarakat, tentu saja hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang berujung pada terciptanya lapangan kerja bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Bambang dalam pernyataan tertulis, Senin (12/10).

Baca juga: Kasus Gangguan Jiwa di Indonesia Meningkat Selama Masa Pandemi

Seperti diketahui, krisis karena pandemi covid-19 telah menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran secara signifikan. Pada 2021 pemerintah menargetkan ekonomi akan tumbuh antara 4,5 sampai 5,5%. Jika dengan pertumbuhan ekonomi 1% dapat menciptakan 500 ribu lapangan kerja baru, maka pada tahun depan kemungkinan hanya tersedia 2,5 juta pekerjaan baru bagi anak bangsa.

“Pada tahun-tahun berikutnya, angkanya mungkin tidak akan berubah banyak jika kita tidak melakukan terobosan. Sementara jumlah penganggur dan pencari kerja baru jauh lebih banyak,” imbuhnya.

Menurut Bambang, dengan hilirisasi dan inovasi serta digitalisasi ekonomi dan dorongan memacu start-up, maka daya ungkit ekonomi termasuk penciptaan lapangan kerja baru bisa diakselerasi, sehingga upaya mengatasi pengangguran dan kemiskinan akan bisa lebih baik.

“RUU Cipta Kerja akan lebih melapangkan jalan bagi Indonesia untuk menjalankan upaya-upaya tersebut,” tuturnya. (H-3)

BERITA TERKAIT