07 October 2020, 07:00 WIB

KPU Balikpapan Tetap Gelar Debat Publik


Micom | Politik dan Hukum

WALAUPUN memiliki calon tunggal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan tetap menyelenggarakan debat publik Pilkada 2020. Untuk menyebarluaskan secara nasional debat terbuka itu, tengah dijajaki kerja sama dengan Metro TV.
 
"Untuk pelaksanaan debat pilkada, kami mendatangi Metro TV yang memiliki coverage seluruh Indonesia, terutama Balikpapan," kata anggota KPU Balikpapan, Syahrul Karim, di Kompleks Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).

Syahrul mengatakan debat publik itu nantinya menggali visi misi paslon lewat kumpulan pertanyaan dari panelis.

"Panelis yang kami siapkan ada lima orang, empat akademisi dari Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, dan satu profesional sebagai pengamat tata kota dan tata ruang," katanya.

Debat publik akan digelar dua kali. Debat pertama ditayangkan melalui televisi nasional pada 24 Oktober 2020. Sedangkan debat kedua ditayangkan melalui televisi lokal pada 7 November 2020.
 
Sejumlah tema yang bakal diangkat dalam debat publik, antara lain persoalan kesejahteraan raykat, NKRI, sinergi daerah provinsi dan pusat, pembangunan, ekonomi dan penanganan covid-19 (korona)."Kenapa debat agak cepat, karena setelah masuk satu bulan penyelenggaran pilkada, kami harus fokus mencetak dan distribusi surat suara. Jadi biar lancar semuanya baik debat maupun distribusi surat suara," ucap Syahrul.
 
Dia memastikan debat publik di studio Metro TV tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19. Kapasitas maksimal dalam studio 50 orang dengan lima anggota KPU, dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), lima panelis, empat tim kampanye dan paslon.
 
"Beserta kru untuk penayangan, paling ada 20 orang saja. Itu juga harus memperhatikan protokol covid-19 baik social distancing, wajib pakai masker, dan rajin cuci tangan atau pakai hand sanitizer," tutur Syahrul.(Medcom.id/X-10)

BERITA TERKAIT