12 October 2020, 10:01 WIB

Djokovic Akui Nadal Memang Fenomenal


Basuki Eka Purnama | Olahraga

NOVAK Djokovic mengaku dirinya terkejut dengan tingkat kesempurnaan yang ditampilkan Rafael Nadal sehingga petenis Spanyol itu sukses memenangkan gelar ke-13 di Prancis Terbuka.

Djokovic tidak bermain buruk di laga final turnamen Grand Slam itu namun dia sungguh menjadi pihak yang dianiaya berat oleh sempurnanya permainan Nadal.

Sampai tahap itu sepertinya dia menghadapi tugas yang sama sia-sianya dengan mendaki Menara Eiffel dengan tangan dan kaki terikat. Sekalipun bertarung dengan gagah berani, Djokovic tetap saja dihancurkan 6-0, 6-2, dan 7-5.

Baca juga: Taklukkan Djokovic, Nadal Menangkan Gelar Roland Garros ke-13

"Saya tidak mau banyak omong tetapi saya benar-benar dikalahkan oleh Rafa, oleh pemain yang lebih baik di lapangan ini," kata unggulan teratas Djokovic yang menurut banyak orang agak difavoritkan untuk mengakhiri dominasi Nadal di Roland Garros.

"Dia sama sekali tidak pernah gagal dan mengembalikan setiap bola, sungguh secara taktis bermain bagus. Saya merasa bagus sekali sepanjang turnamen ini. Saya kira saya sudah dalam performa yang hebat," sambung Djokovic.

"Sudah pasti saya bisa bermain lebih baik, terutama pada dua set pertama. Namun dia mengejutkan saya dengan cara dia bermain, kualitas tenis yang dia hasilkan," tambahnya.

Dia fenomenal. Dia memainkan permainan yang sempurna, terutama pada dua set pertama," lanjut petenis berusia 33 tahun itu.

Delapan dari 11 game pertama harus deuce tetapi setiap kali Djokovic mengendus peluang, Nadal menutupnya.

Hebatnya, petenis Spanyol itu hanya melakukan 14 kesalahan sendiri, sebaliknya Djokovic membuat 52 kesalahan sendiri yang kebanyakan karena keputusasaan saat berusaha mencari cara menghentikan serangan gencar Nadal.

"Luar biasa. Maksud saya, saya mengagumi semua pencapaiannya. Maksud saya, terutama pencapaian di sini," kata Djokovic tentang rekor menang-kalah Nadal di Roland Garros yang kini menjadi 100-2.

Djokovic menggenggam bekal catatan menang-kalah 37-1 tahun ini saat melaju ke final dengan satu-satunya kekalahan yang dia alami adalah saat didiskualifikasi dari Amerika Serikat (AS) Terbuka karena memukulkan bola kepada hakim garis di babak keempat.

Jarang sekali Djokovic yang berpikiran tajam membuat kesalahan dalam strateginya. Tetapi, dia mengakui taktiknya memanfaatkan dropshot
secara bebas melawan Nadal seperti dia lakukan pada semua turnamen, menjadi bumerang.

Nadal membaca sebagian besar taktik itu dan dan tingkat keberhasilan pukulan Djokovic biasa-biasa saja.

"Hari ini, tidak berhasil dengan baik, sebut saja begitu," kata Djokovic yang kini kalah dalam tiga final Prancis Terbuka melawan Nadal. "Dia memenangi banyak poin dropshot itu."

"Jelas saya ingin mengganggu ritmenya. Tapi dia sudah siap. Dia ada di sana, dia sudah bersiap. Dia memainkan semua pukulan yang benar hari ini," pungkas Djokovic. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT