12 October 2020, 09:49 WIB

Imbas Demo Menolak UU Ciptaker, 11 Polisi Riau Dirawat di RS


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

SEDIKITNYA 11 polisi terluka parah dan hingga Minggu (11/10) harus dirawat di rumah sakit di Pekanbaru. Bahkan dua di antara mereka mengalami luka lebam dan gangguan saraf pada bagian kepala akibat demo anarkis yang dilakukan para mahasiswa yang memprotes disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja di DPRD Riau, Kamis (8/11) lalu.

Selain itu, satu mobil Polantas rusak parah karena dihancurkan mahasiswa saat demo yang berujung aksi anarkis tersebut.

Aksi rusuh itu mendapat kecaman keras karena mencederai budaya melayu yang berbudi baik dan beradab mulia.

Baca juga: Polda Riau Tangkap Tiga Pelaku Pembakaran Mobil di Rokan Hulu

"Kami sangat menyayangkan sekali aksi anarkis itu. Apalagi di Riau yang merupakan negeri peradaban melayu yang dari dulu sangat santun dan beradab. Ada 11 personel dirawat di rumah sakit dan dua diantara mereka mengalami luka kepala dan belakang telinga serta gangguan pada saraf kepalanya," kata Kapolda Riau Inspektur Jenderal (Irjen) Agung Setya Imam Effendi di Pekanbaru, Minggu (11/10).

Ia menjelaskan pihaknya ingin suasana di Riau selalu kondusif dan aman.

Karena itu, terkait aksi perusakan fasilitas dan mobil Polantas Polri di Pekanbaru yang videonya telah tersebar viral di media sosial, Kapolda Riau akan menyelidiki dan meminta pelaku perusakan bertanggung jawab
sesuai adab peradaban melayu di Riau.

"Tuntutan mahasiswa ini kan sudah diserahkan pimpinan DPRD Riau ke pusat. Jadi sampaikan dengan baik. Tidak perlu lagi anarkis dan kekerasan. Kita bersama harus selalu menjaga kondisi Riau yang aman dan kondusif sesuai budaya melayu," tukasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT