12 October 2020, 09:36 WIB

Fauci Protes Iklan Kampanye Trump


Faustinus Nua | Internasional

ILMUWAN terkemuka Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci, Minggu (11/10), mengatakan bahwa sebuah iklan yang ditayangkan oleh kampanye pemilihan kembali Donald Trump telah diedit untuk membuatnya tampak mendukung penanganan pandemi covid-19 yang dilakukan presiden AS itu.

"Dalam hampir lima dekade pelayanan publik, saya tidak pernah secara terbuka mendukung kandidat politik mana pun," tegas Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), dalam sebuah pernyataan kepada AFP.

Iklan kampanye berdurasi 30 detik tersebut mengutip pengalaman pribadi Trump dengan virus.

Baca juga: Trump Klaim Kebal Covid-19

"Presiden Trump sedang dalam proses pemulihan dari virus korona dan begitu pula Amerika," kata iklan itu, sebelum menyertakan klip singkat saat Fauci tampaknya memuji tanggapan presiden terhadap pandemi.

"Saya tidak bisa membayangkan ada orang yang bisa berbuat lebih banyak," kata Fauci.

Tetapi klip lengkap dari komentar Fauci, yang dibuat selama wawancara pada Maret dengan Fox News, menunjukkan sang dokter berkata: "Saya telah mencurahkan hampir seluruh waktu untuk ini. Saya berada di Gedung Putih hampir setiap hari dengan satuan tugas. Itu setiap hari."

"Jadi, saya tidak dapat membayangkan bahwa dalam keadaan apa pun ada orang yang bisa berbuat lebih banyak."

Dalam pernyataannya pada Minggu (11/10), Fauci mengatakan, "Komentar yang diatribusikan kepada saya tanpa izin di iklan kampanye GOP diambil di luar konteks dari pernyataan luas yang saya buat berbulan-bulan lalu tentang upaya pejabat kesehatan masyarakat federal."

Trump membela klip tersebut dan penanganannya terhadap pandemi serta membantah kritik Fauci.

"Itu memang kata-kata Dr Fauci sendiri. Kami telah melakukan pekerjaan yang 'fenomenal', menurut gubernur tertentu," cicit Trump.

Sebagai anggota terdepan dari gugus tugas Gedung Putih untuk covid-19, dokter berusia 79 tahun itu sering kali harus bertindak tegas dalam upaya mengklarifikasi, atau mengoreksi, pernyataan presiden yang sering tidak hati-hati tentang penyakit atau perawatan dan vaksin.

Fauci terkadang memicu kemarahan Trump, seperti ketika presiden pada April me-retweet pesan yang berisi tagar #FireFauci, sebelum secara terbuka bersikeras bahwa dokter itu telah melakukan pekerjaan dengan baik. (OL-1)

BERITA TERKAIT