12 October 2020, 09:15 WIB

Bawaslu Minta Simulasi Pilkada Mendekati Situasi Sebenarnya


Kautsar Bobi | Politik dan Hukum

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengkritisi simulasi pemungutan dan perhitungan suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Lapangan Candi Nambangan, Rejowinangun Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah. Salah satunya lokasi simulasi yang digelar di lapangan yang cukup luas dengan tenda besar.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan kondisi tersebut tidak mencerminkan kondisi asli pada 9 Desember 2020. Pasalnya, tidak semua tempat pemungutan suara (TPS) dapat digelar di lapangan luas.

"Banyak TPS yang didirikan di tempat sempit karena memang ketiadaan lahan atau tempat. Simulasi seharusnya mendekati situasi yang sebenar-benarnya," ujar Afif melalui keterangan tertulis, Minggu (11/10).

Baca juga: Kampanye Digital Dinilai tidak Efektif Mendulang Suara

Afif juga melihat terdapat fasilitas umum yang dikhawatirkan menyulitkan pemilih disabilitas. Terdapat tangga dengan ketinggin 10 centimeter saat hendak masuk ke dalam TPS.

"Undaan (tangga) tersebut bisa menyulitkan pemilih disabilitas dan kalangan orang tua (renta), khususnya yang menggunakan kursi roda," tuturnya.

Selain itu, terkait dengan keberadaan daftar pemilih tetap (DPT) yang ditempel di TPS diminta tidak menunjukan identitas pemilih secara penuh. Nomor induk kependudukan (NIK) dapat diganti menggunakan bintang.

Seluruh masukan dari Bawaslu akan disampaikan secara resmi ke KPU. Mencakup catatan-catatan lain secara lengkap terkait dengan simulasi pemungutan dan penghitungan suara. (OL-1)

BERITA TERKAIT