12 October 2020, 08:09 WIB

UE Prihatin atas Pelanggaran Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh


Nur Aivanni | Internasional

KEPALA diplomatik Uni Eropa (UE) menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas laporan pelanggaran gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

"Kami mencatat laporan kegiatan militer yang terus berlanjut, termasuk terhadap sasaran sipil, serta korban sipil," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan, Minggu (11/10).

27 negara anggota UE, tambah Borrell, mendesak kedua pihak untuk memastikan penghormatan penuh atas kesepakatan di lapangan. Ia pun mendorong kedua pihak untuk terlibat dalam negosiasi substantif tanpa penundaan di bawah naungan yang disebut Minsk Group.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah gencatan senjata, pada Sabtu, dengan cepat dipatahkan oleh banyak pertempuran, dengan kedua belah pihak menuduh pihak lain bertanggung jawab.

Baca juga: Azerbaijan - Armenia Sepakat Gencatan Senjata di Nagorno-Karabakh

Borrell menyambut baik gencatan senjata itu dan meminta semua pihak untuk secara ketat mematuhinya.

Wilayah sengketa Nagorno-Karabakh adalah daerah kantong etnis Armenia di Azerbaijan. Wilayah tersebut merupakan rumah bagi sekitar 150.000 orang, yang melepaskan diri dari kendali Baku dalam perang tahun 1990-an yang menewaskan sekitar 30.000 orang.

Bulan lalu, Uni Eropa memperingatkan kekuatan regional untuk tidak ikut campur di tengah kekhawatiran perang besar-besaran yang melibatkan Turki, yang sangat mendukung Azerbaijan, dan Rusia, yang memiliki perjanjian militer dengan Armenia.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT