12 October 2020, 07:51 WIB

Perbaikan Dilakukan, Halte Trans-Jakarta Beroperasi Sebagian


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PT Trans-Jakarta dibantu lintas SKPD melakukan perbaikan halte-halte Trans-Jakarta yang dirusak demonstran penentang pemberlakuan Omnibus Law, Kamis (8/10) lalu. Kini, sebagian halte-halte tersebut ada yang sudah bisa beroperasi dan sebagian lainnya beroperasi sebagian.

Halte-halte tersebut belum bisa difungsikan secara total dan baru difungsikan dengan pola minimum operation.

Begitu juga dengan Halte Bundaran HI, yang merupakan salah satu dari tiga halte dengan kerusakan berat, sudah bisa digunakan mulai hari ini, Senin (12/10).

Baca juga: Trans-Jakarta Perpanjang Operasional Mulai Hari Ini

"Hanya saja, bagi pelanggan yang ingin menggunakan halte ini diarahkan untuk mengakses Halte Bundaran HI melalui stasiun bawah tanah Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT)," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Trans-Jakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo dalam keterangan resmi, Minggu (11/10).

Ia memastikan pelanggan tetap bisa terlayani dengan baik dengan proses pembayaran bisa dilakukan melalui gate yaitu media QR Code maupun kartu elektronik.

Sedangkan beberapa halte lainnya, seperti Halte Sawah Besar, Sarinah, Senen arah Pulogadung, dan Halte Senen arah Harmoni diberlakukan pembayaran menggunakan Tap On Bus atau TOB.

"Selanjutnya, kami dibantu Pemprov DKI Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama dengan TNI dan Polri akan menjaga ketat pergerakan di seluruh area publik temasuk transportasi. Dengan begitu, kami harap pelanggan tetap bisa menggunakan layanan Trans-Jakarta dengan aman dan senyaman mungkin," jelas dia.

Ia menegaskan Trans-Jakarta tetap konsisten dalam menerapkan seluruh protokol kesehatan yang berlaku, khususnya dalam hal sanitasi serta pencucian bus dan interiornya dengan cairan disenfektan.

"Dengan begitu, kami ingin memastikan baik pelanggan dan petugas bisa aman dan nyaman saat menggunakan layanan kami dan bertugas di lapangan," kata Sardjono.

Trans-Jakarta tetap mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin di rumah saja apabila tidak ada keperluan mendesak.

Namun, apabila harus meninggalkan rumah, diharapkan untuk menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (OL-1)

BERITA TERKAIT