12 October 2020, 07:04 WIB

Selama PSBB Transisi, MRT Jakarta Perpanjang Operasional


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi mulai hari ini, Senin (12/10). PSBB Transisi jilid 2 mulai akan berlaku hingga 25 Oktober mendatang.

MRT Jakarta pun melakukan beberapa perubahan terkait kebijakan jadwal operasional yang akan efektif diberlakukan mulai hari ini, Senin (12/10).

Corporate Secretary Head Division PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin menjelaskan sehubungan dengan hal tersebut, sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 105 Tahun 2020, maka perubahan kebijakan layanan operasi MRT Jakarta adalah jam operasional Weekdays (hari kerja) adalah mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB dan Weekend (akhir pekan) mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka Selama PSBB Transisi

Sebelumnya, di masa PSBB jilid II, MRT Jakarta beroperasi mulai pukul 05.00 WIB sampai 19.00 WIB.

Pada PSBB Transisi ini, MRT Jakarta juga mengadakan kebijakan jam sibuk atau peak hours. Pada jam sibuk, headway MRT Jakarta menjadi 5 menit.

"Jarak antarkereta (headway) yaitu pada Weekdays (hari kerja) tiap 5 menit untuk jam sibuk (07.00 WIB–09.00 WIB dan 17.00 WIB–19.00 WIB). Headway menjadi tiap 10 menit di luar jam sibuk. Sementara itu, pada weekend (akhir pekan), menjadi tiap 10 menit," kata Kamaluddin, Minggu (11/10).

MRT Jakarta tetap melakukan pembatasan jumlah pengguna 62-67 orang per kereta (gerbong) atau 390 orang per rangkaian kereta.

PT MRT Jakarta (Perseroda) senantiasa mengimbau pengguna MRT Jakarta yang tetap harus berpergian untuk dapat selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Bangkit Bersama di area stasiun dan kereta.

PT MRT Jakarta (Perseroda) terus menerapkan prinsip menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker (3M) di lingkungan MRT Jakarta. (OL-1)

BERITA TERKAIT