12 October 2020, 06:58 WIB

Pemprov DKI Minta Bantuan Masyarakat untuk Cegah Banjir


Basuki Eka Purnama | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan upaya mencegah banjir dan longsor berulang membutuhkan peran masyarakat dalam bergotong-royong membersihkan lingkungan.

"Kita semua butuh dukungan masyarakat untuk bersama-sama melakukan perbaikan, koreksi, pencegahan, penanggulangan dan pengendalian
banjir," kata Ahmad Riza Patria (Ariza) di Jakarta, Minggu (11/10).

Ariza menyebut posisi Jakarta 40% di bawah rata-rata permukaan laut. Hal itu membuat Jakarta menjadi wilayah rawan bencana, ada rob, banjir bandang, banjir kiriman, dan banjir akibat debit curah hujan yang tinggi.

Baca juga: Cegah Banjir, Wagub Minta Warga DKI Rajin Bersihkan Lingkungan

Menurut dia, setiap tahun, Jakarta mengalami peningkatan curah hujan. Karena itu, program pencegahan dilakukan secara bersama-sama untuk meminimalisasi banjir tahunan yang datang ke Jakarta.

Ariza mengajak masyarakat Jakarta bergotong-royong membersihkan lingkungan tempat tinggalnya, termasuk membuat sumur resapan dan biopori.

"Kami minta masyarakat tidak membuang sampah, ikut membersihkan di lingkungan masing-masing, got dan saluran air. Kita juga ada program membangun 300 ribu sumur resapan atau biopori," ujarnya.

Terkait pencegahan banjir di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki program pengendalian banjir seperti induk 52, gerebek lumpur, dan pengerukan 13 sungai serta waduk, setu, dan embung.

"Sebagaimana arahan Pak Gubernur, ada program membuat sodetan untuk bisa mengalirkan air. Kami juga ada program membangun tanggul dan program menambah pompa-pompa air. Kami pastikan musim hujan nanti semua pompa berfungsi baik," kata Ariza.

Sabtu (10/10) malam, longsor dan banjir di Jalan Damai, RT 04/RW 02 Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan, menewaskan seorang warga dan dua orang lainnya terluka.

Banjir itu terjadi akibat tertutupnya aliran Anak Kali Setu karena longsornya tembok pembatas kali di perumahan Melati Residen akibat banjit yang menggenangi sedikitnya 300 rumah warga di sembilan RT. Sekitar 500 warga terpaksa mengungsi dan empat rumah rusak. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT