12 October 2020, 03:30 WIB

WFH Bebani Pernikahan Banyak Pasangan Cari Konseling


Faustinus Nua | Humaniora

SETELAH berbulan-bulan bertengkar dan menambah stres di rumah, Jack dan Rose mempertimbangkan untuk bercerai karena akibat ketegangan selama periode pemutus rantai penyebaran covid-19. Dengan semua orang berada di rumah, ada lebih banyak tugas yang harus dilakukan. Mengingat sekolah telah ditutup, mereka juga harus mengawasi anak mereka yang berusia tujuh tahun untuk belajar dari rumah.

Kepala kesejahteraan dari Singapore Counseling Centre (SCC) John Shepherd Lim mengatakan istri, sebagai pengasuh utama, sangat tertekan dan frustrasi karena suaminya tidak membantu pekerjaan rumah meskipun dia ada di rumah. Hal itu ialah situasi yang sangat khas untuk keluarga selama periode pemutus rantai virus.

Lim mencatat tingkat keretakan hubungan dalam kasus Jack dan Rose disebabkan nada dan abrasif saat pasangan itu berkomunikasi satu sama lain.

“Istri menuduh suaminya tidak berguna dan acuh tak acuh, menyebabkan suami merasa tidak dihargai karena dia bekerja keras untuk memberi makan keluarga. Suami menuduh istrinya ribut dan menjengkelkan, menyebabkan istri semakin kesal karena perasaannya tidak dimengerti,” kata Lim. Alliance Counseling melaporkan sekitar 30% hingga 40% lebih pasangan dan individu selama enam bulan terakhir mengalami permasalahan yang sama.

Bekerja dari rumah bersama menimbulkan lebih banyak tekanan pada pasangan karena rutinitas harian mereka terganggu dan mereka merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.

“Mereka belum belajar bagaimana menetapkan batasan yang tepat seputar siapa melakukan apa. Bagaimana mereka akan membagi waktu mereka?

Dengan pandemi covid- 19, kehidupan lama mereka telah menghilang. Banyak di antaranya tidak dapat menjelaskan permasalahan yang tengah alami.

“Jadi itu seperti - mengapa kita terlibat dalam pertengkaran ini? Mengapa kita bertengkar hebat? Mengapa saya sangat mudah tersinggung? Mengapa semua orang membuatku gila?”

Lim melihat peningkatan 20% dalam jumlah pasangan yang menjalani sesi konseling selama enam bulan terakhir jika dibandingkan dengan awal tahun ini. Ruang pribadi yang berkurang ialah penyebab stres utama.

“Dalam setiap hubungan, adalah sehat bagi pasangan untuk menjaga keseimbangan yang baik antara ruang pribadi dan ruang bersama, karena ruang pribadi memungkinkan individu untuk mempertahankan rasa diri dan identitas serta memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka sendiri.” (Faustinus Nua/CNA/I-1)

BERITA TERKAIT