12 October 2020, 04:40 WIB

KI Kuala Tanjung Butuh Dukungan Pusat


(YP/E-2) | Ekonomi

DEMI mempercepat pengembangannya, Kawasan Industri (KI) Kuala Tanjung membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah. Pasalnya, persoalan yang dihadapi ialah
dari pengadaan lahan sampai penerbitan izin.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Dani Rusli Utama memaparkan, dukungan dari pemerintah pusat dibutuhkan agar perencanaan pengembangan
tahap I (2020-2022) dapat tuntas sesuai jadwal.

“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah, dari percepatan pengadaan tanah, aspek pendanaan, hingga perizinan kawasan industri di Kuala Tanjung,” terang Dani Rusli Utama saat mendampingi sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang melakukan kunjungan kerja di Sumatra Utara, Jumat (9/10).

Dalam kunjungan kerja selama dua hari pada 8-9 Oktober 2020, sejumlah pejabat kementerian itu mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak yang terkait kepelabuhanan dan industri di Sumut.

Mereka juga mendatangi sejumlah tempat penting dari kedua sektor itu, yakni Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara,
dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun.

Selain itu, mereka mendatangi Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan dan Terminal Peti Kemas Belawan di Pelabuhan Belawan, Kota Medan.

Dani Rusli melanjutkan, Pelindo I mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah untuk pengembangan Kuala Tanjung Industrial Estate, termasuk kemudahan
memperoleh izin bagi investor untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnis di kawasan industri itu.

Di kesempatan itu, Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Marves Ayodhia GL Kalake, mengatakan pihaknya
mendukung penuh pengembangan kawasan industri tersebut karena akan terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung. Terlebih, Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan
salah satu proyek strategis nasional dan akan dijadikan sebagai hub internasional.

“Potensi Kuala Tanjung sangat besar, yang sejauh ini bisa dilihat dari kemajuan angka traffic kapal. Sudah banyak kapal yang memanfaatkan operasional Pelabuhan Kuala
Tanjung,” ujarnya. (YP/E-2)

BERITA TERKAIT