12 October 2020, 04:20 WIB

Pembangunan Smelter Kerek Daya Saing Industri


M ILHAM RAMADHAN AVISENA | Ekonomi

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) terus mendongkrak daya saing industri nasional melalui hilirisasi mineral. Salah satunya dengan mendorong pembangunan
smelter atau fasilitas pemurnian PT Freeport Indonesia di Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

“Banyak produk hilirisasi yang bisa dikejar agar nantinya di Indonesia bisa ada pabrik pabrik yang akan menggunakan hasil pemurnian dari Freeport. Nilai tambahnya bisa
terus didorong,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, kemarin.

PT Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang afiliasi dari perusahaan tambang asal Amerika Serikat Freeport-McMoran dan anggota holding industri pertambangan
badan usaha milik negara (BUMN), Mining Industry Indonesia (MIND ID).

“Perusahaan tersebut sedang membangun pemurnian tembaga sebagai bahan baku industri otomotif, industri elektronik, kabel, pabrik AC, konstruksi instalasi listrik,
hingga kendaraan listrik,” sebut Menperin.

Menperin telah meninjau lokasi proyek smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Industri JIIPE Gresik yang dibangun di lahan 100 hektare serta supporting area seluas 120 hektare.

Fasilitas pemurnian untuk meningkatkan kandungan logam tersebut diproyeksikan menjadi tempat pengolahan tembaga terbesar di dunia.

“Namun, saat ini MIND ID sebagai holding industri pertambangan BUMN menginformasikan bahwa pembangunan smelter tengah mengalami kendala akibat dampak pandemi
covid-19 terhadap mobilitas kontraktor di lapangan,” ujar Menperin.

Dalam kunjungan tersebut, Menperin diterima langsung oleh Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BMKS) Bambang Soetiono dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Clayton Allen Wenas.

Bambang Setiono mengatakan JIIPE adalah kawasan terintegrasi pertama di Indonesia dengan total area 3.000 hektare, yang terdiri atas kawasan industri, pelabuhan multipurpose, area komersial, dan perumahan.

“Selain dilengkapi dengan sarana prasarana utilitas yang cukup, Kawasan Industri JIIPE juga terintegrasi dengan pelabuhan berkedalaman -16 meter di bawah permukaan laut
sehingga kapal besar dengan kapasitas 100.000 DWT (dead weight tonnage) dapat melakukan bongkar muat di Pelabuhan JIIPE,” ujar Bambang.

Dijadikan KEK


Sementara itu, untuk terus mendorong daya saing industri yang berlokasi di JIIPE, pemerintah juga sedang melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan kajian usulan Kawasan
Industri JIIPE ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK), sekaligus kajian usulan penurunan harga gas untuk power plant JIIPE.

Dalam menindaklanjuti kajian tersebut, Kemenperin telah melakukan pembahasan internal usulan penurunan harga gas untuk kawasan industri dengan usulan penurunan harga
gas bagi industri yang lain.

“Saat ini juga dalam tahap pendataan kawasan-kawasan industri yang membutuhkan penurunan harga gas,” kata Menperin.

Menurut rencana, di Kawasan Industri JIIPE sekaligus akan dikembangkan panel surya sebagai alternatif pasokan listrik dengan energi terbarukan. Panel surya akan
dibangun secara fl oating di atas tujuh embung dan di atas atap pabrik. (Medcom/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT