12 October 2020, 04:22 WIB

Kasus Jiwasraya Diputus Hari Ini


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

PENGADILAN Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan menggelar sidang putusan terhadap empat terdakwa kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (persero) hari ini.

Keempat terdakwa itu ialah Hendrisman Rahim (mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya/AJS), Hary Prasetyo (mantan Direktur Keuangan PT AJS), Syahmirwan (mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS), dan Joko Hartono Tirto (Direktur PT Maxima Integra).

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono mengatakan pada sidang penuntutan, jaksa menuntut Hary Prasetyo dengan hukuman pidana seumur hidup, sedangkan Hendrisman Rahim dengan 20 tahun dan Syamirwan dengan 18 tahun penjara. Seperti halnya Hary Prasetyo, jaksa juga meminta hakim menjatuhkan vonis seumur hidup terhadap Joko Hartoni.

Sebelumnya pada sidang pembacaan tuntutan, majelis hakim membantarkan Benny Tjokrosaputro (Komisaris PT Hanson International)
dan Heru Hidayat (Komisaris Utama PT Trada Alam Minera) karena terpapar oleh covid-19. Keduanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur.

“Nah, dua orang ini memang belum dilakukan penuntutan oleh jaksa penuntut umum karena sakit dan dirawat di rumah sakit. Oleh karenanya, majelis tidak bisa (menyidangkan) orang sakit, tidak boleh disidangkan,” kata Bambang. Menurut Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Bima Suprayoga, tes swab terhadap Benny Tjokro dan Heru Hidayat terus dilakukan. Namun, keduanya belum dinyatakan sehat.

“Nanti segera begitu dokter oke, semua oke, harus kita keluarkan dulu, baru kita sidangkan. Setelah dibantarkan, nanti kalau sudah dinyatakan sehat, kita bawa ke rutan dulu, baru nanti kita minta hakim menentukan waktu sidang,” terang Bima.

Kerugian negara akibat skandal korupsi di Jiwasraya mencapai Rp16,8 triliun. Korps Adhyaksa masih terus mendalami kasus dugaan korupsi Jiwasraya dengan memeriksa sejumlah saksi.

Selain enam terdakwa yang telah disidangkan, penyidik telah menetapkan status tersangka terhadap Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Fakhri Hilmi dan 13 perusahaan manajer investasi.

Tambahan aset

Bima juga mengatakan ada tambahan aset yang disita dalam kasus ini. Kendati demikian, ia enggan memaparkan aset-aset tersebut. Bima menyebut tambahan aset yang disita pihak kejaksaan berasal dari dua terdakwa meskipun ia tidak merinci siapa saja. “Nanti kita ungkap setelah diproses di persidangan,” kata Bima.

Ia menyebut pihaknya juga akan mengusahakan penyitaan aset dari Benny dan Heru. Namun, Bima enggan menjabarkan lebih lanjut soal aset-aset tersebut karena akan mengganggu proses persidangan dan eksekusi.

“Kita usahakan ada. Tapi itu kan masih harus kita close dulu. Enggak bisa kita buka sekarang. Aset itu kan harus kita selamatkan, bukan saya enggak mau cerita aset yang kita ambil apa-apa aja. Kenapa belum kita bacakan? Kami antisipasi karena Heru Hidayat dan Benny Tjokro masih belum dibacakan tuntutannya,’’ jelas Bima. (P-1)

BERITA TERKAIT