12 October 2020, 02:15 WIB

Selalu Semangat Ingatkan Warga Patuhi Prokes


Supardji Rasban | Nusantara

SALAH satu kepala daerah yang selalu semangat mengingatkan warga akan bahaya virus korona sehingga harus selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) ialah Wakil Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Muhammad Jumadi.

Jumadi ketika bersepeda bersama jajaran Forkopimda di sepanjang jalan protokol Kota Tegal, Minggu (11/10), beberapa kali berhenti di Pasar Cinde, Balai Kota Lama, dan depan GOR Wisanggeni, untuk memberikan edukasi prokes kepada masyarakat.

“Pandemi covid-19 belum berakhir. Patuhi anjuran pemerintah dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir. Saya perlu selalu ingatkan agar warga jangan sampai lengah, jangan kendur terapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Terhadap pelanggar prokes, Forkopimda yang ikut dalam rombongan bersepeda, memberikan hukuman berupa push up, melafalkan Pancasila, dan menyanyikan lagu kebangsaan. Setelah hukuman dilaksanakan, para pelanggar mendapat masker.

Ikut serta dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, Kapolres Tegal Kota AKB Rita Wulandari Wibowo, dan beserta jajaran Forkopimda lainnya. Dalam upaya mencegah penularan virus korona yang cenderung meningkat, jajaran Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar, Bali, gencar melakukan sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Wali Kota Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

“Sasaran kami ialah rumah indekos, pelaku usaha, dan kegiatan masyarakat lainnya, terlebih yang masih berkerumun,” ujar Perbekel (kepala desa) Desa Dauh Puri Kauh, I Gusti Made Suandhi, Minggu (11/10). Petugas yang dilibatkan, meliputi Linmas, relawan desa, Babinsa, Babinkamtibmas, prajuru banjar, serta pecalang.


Hentikan

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, akhirnya memutuskan menghentikan kegiatan belajar tatap muka di semua sekolah setelah terjadi peningkatan penyebaran covid-19.

“Kasus penyebaran covid19 terus meningkat sehingga belajar tatap muka di sekolah dihentikan. Selanjutnya, siswa belajar dengan metode jarak jauh secara daring,” tutur Sekretaris Disdikbud Kabupaten Rejang Lebong, Redho Yusawi.

Rejang Lebong melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai SD, SMP, dan SMA sederajat, setelah berstatus zona oranye, pada bulan lalu. Sementara itu, penularan virus korona di Sumbar hingga saat ini masih mewabah. 

Data yang diterima Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, kemarin pagi, menyebutkan dari 3.148 spesimen yang diperiksa, sebanyak 319 orang terkonfirmasi positif dan sembuh 105 orang.

Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku juru bicara Percepatan Penanganan Covid19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, merinci kasus positif terbanyak berasal dari Padang sejumlah 213, diikuti Dharmasraya 29 kasus, Agam 19 kasus, dan selebihnya merata di 12 kabupaten/kota.

Penambahan 319 kasus menjadikan positif covid-19 saat ini menjadi 8.677, kesembuhan 4.794, serta meninggal 177. Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar menetapkan Kota Padang, Kota Sawahlunto, dan Kota Pariaman, masuk zona merah terhitung 11-17 Oktober 2020. (RS/MY/YH/N-1)

BERITA TERKAIT