11 October 2020, 21:45 WIB

Mendikbud: Tidak Perlu Bimbel Khusus Hadapi Asesmen Nasional 2021


Zubaedah Hanum | Humaniora

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Anwar Makarim meminta agar para guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua tidak cemas dan tidak melakukan persiapan dalam menghadapi Asesmen Nasional 2021. Sebab, itu justru akan menjadi beban psikologis tersendiri.

“Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus untuk Asesmen Nasional. Mari kita semua bersama-sama mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional mulai tahun 2021 sebagai bagian dari reformasi pendidikan Indonesia” kata Mendikbud dalam pernyataan yang diunggah pada akun twitter resmi Kemendikbud @kemdikbud.ri, Sabtu (10/10).

Kebijakan Asesmen Nasional merupakan pengganti ujian nasional (UN) yang diterapkan mulai 2021 mendatang. Nadiem menegaskan asesmen bukan hanya mengganti UN dan ujian sekolah berstandar nasional, tapi juga menjadi penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Asesmen Kompetensi Minimun atau AKM, kata Nadiem, dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi.

“Jadinya kemampuan literasi dan numerasi adalah kemampuan yang akan berdampak kepada semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari oleh murid-murid kita,” kata Mendikbud seperti dilansir dari laman Setkab.go.id, Minggu (11/10).  (H-2)

BERITA TERKAIT