11 October 2020, 21:39 WIB

Anies Libatkan TNI/Polri Jaga Halte Transjakarta


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DEMONSTRASI menentang pengesahan UU Cipta Lapangan Kerja Omnibus Law yang berlangsung, Kamis (8/10) berujung perusakan sejumlah fasilitas umum di DKI Jakarta

Puluhan fasilitas umum seperti Halte Transjakarta rusak diamuk massa.

Kerugian yang dialami pun mencapai puluhan miliar rupiah. Agar kejadian pengrusakan fasum oleh pendemo tidak berulang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengatakan akan meminta agar fasum seperti halte dijaga oleh aparat.

"Ya Insyallah, jadi dengan Kodam Jaya, dengan Kepolisian dan jajaran Pemprov DKI, kita akan siapkan penjagaan ekstra untuk fasilitas-fasilitas umum yang ada di sekitar sini. Memang ini baru pertama kali terjadi," ungkap Anies, Minggu (11/10).

Anies mengungkapkan aksi demonstrasi masif di Jakarta bukan pertama kali terjadi. Hal itu disebabkan Jakarta adalah Ibu Kota yang menjadi pusat pemerintahan.

Jakarta menjadi lokasi bagi Istana Presiden hingga gedung MPR/DPR yang menjadi poros kebijakan di Indonesia sehingga membuat aksi demonstrasi kerap berlangsung di sini. Namun, menurutnya demonstrasi pada Kamis (8/10) lalu merupakan pertama kalinya terjadi di mana banyak fasum yang rusak hingga adanya pembakaran halte hingga kios-kios usaha pedagang.

"Demo di Jakarta sudah terjadi berkali-kali. Dalam beberapa tahun ini (demonstrasi) juga terjadi. Tapi belum pernah kita mengalami sebuah demonstrasi di mana ada pelaku-pelaku yang sampai membakar fasilitas umum di sepanjang Thamrin dan Sudirman. Jadi insya Allah pada waktu yang akan datang, ada penjagaan lagi," pungkas mantan Menteri Pendidikan 2014-2016 itu. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT