11 October 2020, 17:30 WIB

Atasi Banjir, Sudin SDA Jaksel Ingin Gunakan Taman Jadi Tampungan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Mustajab mengatakan pihaknya kekurangan ruang terbuka biru untuk menjadi tempat penampungan air guna mengatasi banjir di wilayah selatan Jakarta.

Mustajab lebih lanjut mengatakan ada beberapa waduk yang saat ini sedang dikeruk guna menambah daya tampungnya seperti Setu Mangga Bolong dan Setu Babakan di Jagakarsa.

Baca juga: Perlu Langkah Radikal dari Hulu dan Hilir Tangani Banjir Jakarta

"Namun, itu hanya untuk menambah daya tampung. Sebetulnya yang harus dilakukan di samping normalisasi adalah membuat banyak kolam retensi dan embung untuk dijadikan tempat penampungan air," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (11/10).

Solusinya, Mustajab mengatakan bersurat kepada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota agar bisa memfungsikan taman-taman dan ruang terbuka hijau menjadi lokasi penampungan air sementara selama musim hujan jika dibutuhkan. Hal itu, kata dia, sudah pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

"Seperti Taman Tabebuya, itu sudah pernah kita jadikan tempat retensi sementara. Kali yang mengalir dekat situ kita buat tembusan ke taman untuk membagi limpasan airnya supaya tidak menggenangi permukiman warga. Kemudian di Pondok Labu itu ada lahan sekitar 2000an meter persegi yang kosong, kita gunakan jadi retensi sementara untuk limpasan air Kali Grogol yang ada di situ," jelas Mustajab.

Menurutnya ini adalah bentuk kolaborasi yang harus dilakukan lintas SKPD guna mengatasi banjir. "Kalau SDA saja ya tidak cukup maka butuh bantua SKPD lainnya. Ini bentuk kolaborasi kita. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera direspons oleh Dinas Pertamanan," tukasnya.

Sebelumnya, tadi malam hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya membuat sebagian wilayah Jakarta Selatan terendam banjir dan tanah longsor. Ada 53 RT di Jakarta Selatan yang tergenang banjir dengan ketinggian paling tinggi 150 cm. (Put/A-1)

BERITA TERKAIT